Namun, hasil itu belum menutupi tren kurang konsisten karena mereka terakhir kali mencatat kemenangan beruntun di liga pada awal Maret.

Menjelang laga kandang pamungkas ini, Milan juga tercatat hanya mampu meraih satu poin dari tiga pertandingan terakhir mereka di San Siro.

>>> Parma Jamu Sassuolo di Pekan Terakhir Serie A Tanpa Jay Idzes

Kendati demikian, catatan sejarah berpihak kepada tuan rumah.

Milan sukses memenangkan 18 dari 21 laga kandang terakhir melawan Cagliari di Serie A, sedangkan tiga laga sisanya berakhir imbang.

Rossoneri juga menunjukkan rekor bagus pada pekan penutup musim dengan hanya kehilangan dua poin dalam delapan pertandingan terakhir.

Termasuk kemenangan 3-0 atas Cagliari pada 2020.

Sebaliknya, performa Cagliari sedang merosot setelah menelan lima kekalahan dalam enam pertandingan terakhir di Serie A.

Tim asal Sardinia itu juga tak berkutik saat takluk 0-1 dari Milan pada pertemuan pertama musim ini.

Secara keseluruhan, Cagliari hanya menang sekali dalam 42 pertemuan liga terakhir melawan Rossoneri.

Rekor tandang Cagliari ke markas Milan juga buruk, kemenangan tandang terakhir tim tamu di San Siro terjadi pada Juni 1997 silam.

Namun, Cagliari datang dengan modal positif setelah memastikan diri bertahan di Serie A berkat kemenangan 2-1 atas Torino pekan lalu.

Kemenangan itu membuat mereka menyentuh angka 40 poin.

Sejak kalah 0-3 dari Inter di Milan pada pertengahan April, tim asuhan Fabio Pisacane tersebut mampu mengumpulkan tujuh poin dari empat pertandingan.

>>> D.C. United vs CF Montreal: Perebutan Tiket Babak Gugur MLS

Hanya saja, performa tandang mereka masih mengkhawatirkan karena Cagliari hanya meraih dua poin dari enam laga tandang sejak Januari dan gagal mencetak gol dalam dua partai tandang terakhir.