6. Mengurangi risiko kanker

>>> Gempa Magnitudo 3,6 Guncang Kaur Bengkulu, Skala III MMI

Antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, lutein, dan asam oleat diyakini menghambat pertumbuhan sel kanker. Namun, manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

7. Mengurangi peradangan dalam tubuh

Senyawa antiinflamasi dalam alpukat dapat menekan peradangan kronis. Ini berpotensi menurunkan risiko penyakit seperti radang sendi, meski bukti ilmiah masih terus dikembangkan.

6 Kelompok yang Perlu Batasi Konsumsi Alpukat

Meskipun sehat, alpukat tidak cocok untuk semua orang. Berikut enam kelompok yang perlu membatasi atau menghindari alpukat.

1. Ibu menyusui

Konsumsi alpukat berlebihan diduga dapat memengaruhi produksi ASI. Beberapa kasus menunjukkan penurunan jumlah ASI pada ibu menyusui yang terlalu sering makan alpukat.

2. Penderita gangguan usus

Bagi orang dengan pencernaan sensitif, alpukat bisa memicu kembung, dispepsia, hingga diare. Disarankan hanya mengonsumsi setengah buah per hari.

3. Orang dengan alergi terhadap alpukat

Reaksi alergi seperti mual, sakit kepala, gatal, atau sesak napas bisa terjadi. Jika mengalami gejala tersebut, konsumsi harus dihentikan dan segera konsultasi medis.

4. Penderita penyakit hati

Senyawa tertentu dalam alpukat dapat membebani kerja hati jika dikonsumsi berlebihan. Penderita gangguan hati sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin makan alpukat.

5. Orang yang sedang menjalani pengobatan

Alpukat dapat berinteraksi dengan obat antikoagulan dan antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Interaksi ini berpotensi menurunkan efektivitas obat atau meningkatkan risiko efek samping.

6. Penderita obesitas atau yang sedang diet ketat

>>> BMKG Catat Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Bengkulu Selatan

Meski mengandung lemak sehat, alpukat tinggi kalori. Konsumsi berlebihan tanpa pengaturan pola makan dapat memicu penambahan berat badan.