Minum Air Serai Tiap Pagi Punya 5 Manfaat, Tapi 3 Golongan Ini Jangan
Memulai pagi dengan minum air serai menjadi pilihan populer bagi mereka yang ingin merasakan manfaat rempah alami. Minuman herbal ini dikenal mampu meningkatkan kebugaran tubuh.
Melansir Beautynesia, rutin mengonsumsi air serai setiap pagi dipercaya memberikan lima manfaat utama: memperkuat imun, mengontrol tekanan darah, menyehatkan pencernaan, membantu menurunkan berat badan, dan mendukung detoksifikasi alami.
>>> Zaskia Adya Mecca Bantu Anak Hilang di Jalan Tol Kamal hingga Kembali ke Keluarga
Meski bermanfaat, air serai tidak cocok untuk semua orang. Beberapa golongan justru disarankan menghindarinya karena risiko efek samping.
Golongan yang Tidak Dianjurkan Minum Air Serai
Berikut tiga kelompok yang sebaiknya tidak mengonsumsi air rebusan serai, dikutip dari DetikHealth, Sabtu (23/5/2026):
1. Ibu Hamil
Ibu hamil tidak dianjurkan minum air serai karena sifatnya yang dapat merangsang rahim dan memicu aliran menstruasi. Hal ini berisiko tinggi menyebabkan keguguran.
Sebaiknya, ibu hamil berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi ramuan herbal apa pun untuk memastikan keamanannya.
2. Pasien Penyakit Ginjal
Penderita penyakit ginjal perlu menghindari air serai karena dapat memperparah kondisi mereka.
>>> Lupita Nyong'o Jawab Kritik Elon Musk Soal Perannya di The Odyssey
Studi dalam Journal of Renal Nutrition menyebutkan konsumsi serai dosis tinggi atau jangka panjang dapat menurunkan laju filtrasi glomerular (GFR).
GFR adalah ukuran rata-rata penyaringan darah oleh ginjal untuk membuang limbah dan racun. Penurunan GFR berkaitan erat dengan menurunnya fungsi ginjal.
3. Pasien Darah Tinggi yang Mengonsumsi Obat Diuretik
Pasien hipertensi yang menggunakan obat diuretik sebaiknya tidak mengonsumsi air serai. Obat diuretik bekerja menurunkan tekanan darah dengan merangsang pengeluaran garam dan air berlebih melalui urin.
Serai memiliki efek diuretik alami.
>>> PLN Pulihkan Seluruh Gardu Induk Pascagangguan Listrik di Sumatera Barat
Jika dikombinasikan dengan obat, tekanan darah bisa turun terlalu drastis (hipotensi) dan mengganggu keseimbangan elektrolit karena tubuh kehilangan terlalu banyak cairan dan garam.
Update Terbaru
Qubo Hadirkan AI Guard untuk Kamera Keamanan dan Luncurkan Dashcam Pro 2K
Selasa / 07-07-2026, 23:08 WIB
10 Sepatu Lari Diadora Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
Selasa / 07-07-2026, 23:08 WIB
Beda Micellar Water dan Milk Cleanser, Mana yang Harus Dipilih?
Selasa / 07-07-2026, 23:07 WIB
On Squad Race Debut di Jakarta, Lomba Estafet Urban Satukan Komunitas Pelari
Selasa / 07-07-2026, 23:07 WIB
Usai Divonis Mahkamah Malaysia, Dua Nakhoda Nelayan RI Segera Dipulangkan ke Batam
Selasa / 07-07-2026, 23:07 WIB
KPK Awasi Program MBG, BGN Tindaklanjuti 10 Temuan
Selasa / 07-07-2026, 23:07 WIB
Taylor Swift Menang Gugatan Hak Cipta dari Penyair Kimberly Marasco
Selasa / 07-07-2026, 23:07 WIB
Kejar Setoran Pajak, Menkeu Ancam Rumahkan Pegawai DJP Berkinerja Buruk
Selasa / 07-07-2026, 23:07 WIB
Prabowo Ungkap Hasil Tes DNA: Saya Punya DNA India
Selasa / 07-07-2026, 22:33 WIB
Seattle Akhiri Tuan Rumah Piala Dunia di Tengah Eliminasi AS
Selasa / 07-07-2026, 22:28 WIB
Kapolda Banten: Belum Ada Unsur Pidana di Kebakaran TPA Jatiwaringin
Selasa / 07-07-2026, 22:28 WIB
Apa Salah Ronaldo hingga Portugal Kandas di Piala Dunia 2026?
Selasa / 07-07-2026, 22:28 WIB
Donovan Mitchell Teken Perpanjangan Kontrak Rp4,3 Triliun dengan Cavaliers
Selasa / 07-07-2026, 22:23 WIB
Kasatgas Tinjau Jalan Werlah di Bener Meriah, Siapkan Jalur Alternatif
Selasa / 07-07-2026, 22:23 WIB







