Tenaga Kesehatan Haji Kloter Provinsi Bengkulu melaksanakan pemetaan terhadap jamaah calon haji menjelang fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Pemetaan ini mencakup skema Murur dan Safari Wukuf di Makkah. Langkah mitigasi risiko kesehatan menyasar jamaah dengan kondisi berisiko tinggi.

>>> Siapa Anak dan Istri Takahiro Fujiwara? Pengisi Suara Kurogiri di My Hero Academia yang Meninggal Dunia, Bukan Orang Sembarangan?

Tujuannya mencegah kegawatdaruratan di tengah cuaca panas ekstrem Arab Saudi. Proses pemetaan dikerjakan petugas kesehatan bersama ketua kloter dan pembimbing ibadah.

“TKHK bersama ketua kloter dan pembimbing ibadah melakukan pemetaan dan penentuan yang diusulkan untuk fase Armuzna untuk pencegahan kegawatdaruratan,” kata Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Kurniawan Arianto Abdul Gani di Bengkulu, Jumat (22/5/2026).

Kurniawan menambahkan bahwa kebijakan ini bertujuan agar seluruh jamaah, termasuk kategori risiko tinggi, dapat menyelesaikan rangkaian puncak haji secara aman.

Saat ini, sebanyak 1.344 jamaah asal Bengkulu telah mendarat di Arab Saudi.

Rinciannya, 1.343 orang berada di Kompleks Hotel Al Hidayah Makkah setelah menyelesaikan umroh wajib, sementara satu jamaah wafat di Madinah pada 29 April 2026.

>>> PLN Tingkatkan Keandalan Listrik Bali untuk Dukung Agenda Nasional

Menjelang fase Armuzna yang dimulai pada 25 Mei 2026, petugas medis menggencarkan edukasi kesehatan.

Instruksi meliputi konsumsi satu bungkus oralit harian, minum air 200 cc tiap jam, dan pemakaian alat pelindung diri.

Hingga Jumat, tercatat 697 layanan kesehatan diberikan hari itu dengan akumulasi total mencapai 2.951 layanan.

Terdapat 164 kunjungan visitasi jamaah prioritas risiko tinggi yang kini berakumulasi menjadi 3.553 kunjungan.

Berdasarkan data medis, penyakit terbanyak yang dikeluhkan jamaah meliputi ISPA, hipertensi, febris, diabetes melitus, dispepsia, myalgia, dan faringitis.

>>> KAI Daop 6 Minta Maaf Atas Keterlambatan Kereta Dampak Insiden Senen

Total rujukan ke Rumah Sakit Arab Saudi mencapai 23 orang, dengan tiga jamaah masih dirawat inap.