Film Thailand Gohan hadir bukan hanya sebagai tontonan tentang kesetiaan seekor anjing. Lebih dari itu, film ini memberikan perspektif baru dalam memandang kehidupan.

Sejak awal promosi, Gohan sudah memberi tanda bahwa penonton akan diajak menangis.

>>> SpaceX Siap IPO, Target Valuasi USD 1,75 Triliun

Namun, durasi 140 menit yang berlalu ternyata tidak hanya menguras air mata, tetapi juga memenuhi relung hati.

Cerita dalam Tiga Babak

Naskah Gohan ditulis oleh Chayanop Boonprakob, Sopana Chaowwiwatkul, Atta Hemwadee, Baz Poonpiriya, dan Thodsapon Thiptinnakorn. Mereka berhasil menyajikan cerita yang hangat, kaya rasa, dan menghanyutkan.

Setiap babak berpusat pada Gohan bersama seorang atau sepasang manusia. Masing-masing memiliki konflik dan persoalan tersendiri yang disajikan dengan apik oleh tiga sutradara: Boonprakob, Hemwadee, dan Poonpiriya.

Babak pertama mengisahkan Gohan bersama seorang lansia bernama Hiro (Kitachima Yasushi). Adegan-adegan mereka penuh komedi ringan dan natural yang menyenangkan.

Babak kedua menghadirkan drama dan kejutan saat Gohan bersama imigran gelap bernama Namcha (Poe Mamhe Thar). Kisah nelangsa ini menjadi jembatan menuju babak yang paling mengoyak hati.

Babak ketiga mempertemukan Gohan dengan Pele (Jaonaay Jinjett Wattanasin) dan Jaidee (Tu Tontawan Tantivejakul). Di sini, Gohan harus mendewasa menghadapi berbagai kenyataan pahit.

Penampilan Memukau

Karakter Gohan diperankan oleh tiga anjing berbeda: Kori saat masih puppy, Meechok saat muda, dan Hima saat tua.

Mereka menemani penampilan solid empat aktor dalam tiga babak.

Yasushi memberikan penampilan pas sebagai kakek tua yang aktif dan perfeksionis. Chemistry antara Yasushi dan Kori begitu hangat hingga membuat penonton berlinang.

>>> Yovie Widianto Bagikan Siasat Kreatif di Tengah Gempuran AI