SpaceX, perusahaan kedirgantaraan milik Elon Musk, bersiap melantai di bursa saham melalui penawaran saham perdana (IPO).

Langkah ini diambil setelah 24 tahun perusahaan berstatus privat.

>>> Yoko Ishida hingga Gundam Workshop, MMAJ 2026 Manjakan Pecinta Anime

Dalam dokumen yang diajukan ke regulator AS, SpaceX berencana mengumpulkan dana hingga USD 75 miliar dari investor baru.

IPO ini diproyeksikan mendongkrak valuasi perusahaan hingga USD 1,75 triliun.

Proyek Ambisius di Luar Angkasa

Dana segar tersebut akan digunakan untuk mendukung proyek jangka panjang, termasuk membangun infrastruktur di luar angkasa.

Elon Musk menargetkan menciptakan kota berpenduduk satu juta orang di Mars.

Kapal luar angkasa Starship direncanakan memulai perjalanan tanpa awak ke Mars pada 2030.

Perjalanan satu arah itu diperkirakan memakan waktu enam hingga sembilan bulan untuk menguji sistem pendaratan.

Selain Mars, SpaceX juga berambisi menambang sumber daya alam dari asteroid.

Namun, analis memperkirakan aktivitas penambangan platina, nikel, emas, dan es di asteroid baru terealisasi pada dekade 2040-an.

Bulan menjadi pijakan awal sebelum misi Mars.

SpaceX membayangkan pembangunan habitat, pabrik, dan depot bahan bakar di Bulan untuk menekan biaya pengiriman material dari Bumi.

Di sisi lain, luar angkasa juga dipandang sebagai solusi kebutuhan energi bagi kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan berencana menempatkan superkomputer AI raksasa di orbit Bumi melalui jaringan satelit.

Pusat data di luar angkasa akan memanfaatkan radiasi sinar Matahari sebagai sumber daya utama.

>>> Pentingnya Pola Pengasuhan Digital untuk Melindungi Anak dari Risiko Kejahatan Siber

Ruang hampa udara di luar angkasa juga berfungsi sebagai sistem pendingin alami yang efisien.

Potensi Elon Musk Jadi Triliuner Pertama