SpaceX akhirnya mengumumkan rencana untuk melantai di bursa saham. Langkah ini sekaligus membuka data keuangan perusahaan yang selama ini sangat tertutup.

Saham SpaceX akan diperdagangkan dengan simbol ticker SPCX.

>>> Lei Jun Tak Suka Disebut Steve Jobs dari China

Perusahaan roket dan satelit milik Elon Musk ini mengungkap berbagai rincian yang sebelumnya dirahasiakan, termasuk anggota dewan direksi, penjualan, laba, dan pengeluaran.

Dalam prospektusnya, SpaceX menyatakan misi untuk menjadikan kehidupan multiplanet.

Mereka akan terus memproduksi dan meluncurkan satelit Starlink, memanfaatkan tenaga surya untuk AI, serta membangun pangkalan di Bulan dan kota di planet lain.

Namun, ambisi besar itu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Itulah salah satu alasan SpaceX mencari investor publik.

Kondisi Keuangan SpaceX

Meski pendapatan tumbuh pesat, SpaceX masih mencatatkan kerugian besar. Tahun lalu, perusahaan meraup USD 18,7 miliar, naik 33% dari tahun sebelumnya.

Namun, setelah sempat untung USD 791 juta pada 2024, mereka kembali rugi USD 4,9 miliar pada 2025.

Kerugian diperkirakan berlanjut pada 2026.

>>> Analis Ungkap Penyebab Nokia Kehilangan Dominasi Pasar Ponsel Dunia

Dalam tiga bulan pertama tahun ini, SpaceX merugi USD 4,3 miliar dengan pendapatan USD 4,7 miliar.

Belanja besar terjadi di sektor AI. SpaceX menghabiskan USD 20,7 miliar tahun lalu, dengan USD 12,7 miliar untuk AI.

Sementara Starlink hanya menyerap USD 4,2 miliar, dan proyek luar angkasa lain USD 3,8 miliar.

Potensi Pasar Raksasa

SpaceX memproyeksikan potensi pendapatan hingga USD 28,5 triliun.

Angka ini mencakup USD 370 miliar dari solusi luar angkasa, USD 1,6 triliun dari konektivitas Starlink, dan USD 26,5 triliun dari AI.

Di sektor AI, SpaceX melihat peluang dari pusat data di luar angkasa (USD 2,4 triliun) dan langganan konsumen (USD 760 juta).

Mereka juga memperkirakan pendapatan iklan digital USD 600 miliar serta USD 22,7 triliun dari aplikasi korporat.

>>> DPR Tetapkan 68 RUU Prioritas 2026, Fokus pada Tata Kelola Digital

Keyakinan pada AI mendorong Elon Musk menggabungkan SpaceX dengan xAI pada Februari lalu. Kesepakatan itu menaksir nilai gabungan kedua perusahaan sebesar USD 1,25 triliun.