Elon Musk diperkirakan menguasai sekitar 42% saham SpaceX.

Jika valuasi pasca-IPO mencapai USD 1,75 triliun, nilai kepemilikan sahamnya akan melonjak hingga kisaran USD 735 miliar.

Ditambah aset di Tesla, xAI, dan unit bisnis lain, total kekayaan Musk berpotensi melewati USD 1 triliun.

Hal ini dapat menjadikannya triliuner dolar pertama dalam sejarah.

Melalui struktur saham kelas ganda, Musk tetap memegang kendali penuh dengan hak suara lebih dari 80%.

Skema ini membuatnya tidak dapat diberhentikan sebagai CEO dan bebas mengejar proyek berisiko tinggi.

Dampak Finansial bagi Investor dan Eksekutif

IPO SpaceX diproyeksikan mencetak kekayaan besar bagi eksekutif dan investor awal.

Nilai saham Presiden SpaceX Gwynne Shotwell dan CFO Bret Johnsen diperkirakan menembus USD 1 miliar.

Saham investor Antonio Gracias diprediksi melonjak hingga USD 70 miliar.

Sementara itu, kepemilikan saham Luke Nosek, salah satu pendiri PayPal, akan bernilai sekitar USD 5 miliar.

Valuasi USD 1,75 triliun akan menempatkan SpaceX di jajaran 10 perusahaan publik terbesar dunia, bersanding dengan Nvidia, Apple, Alphabet, dan Microsoft.

>>> MCMC Wajibkan Verifikasi Dokumen Resmi Media Sosial Mulai 1 Juni 2026

Meskipun demikian, SpaceX dilaporkan masih mencatat kerugian bersih USD 4,94 miliar pada 2025 akibat investasi besar-besaran untuk Starship, jaringan satelit, dan pengembangan AI.