BYD M6 DM menjadi model Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) pertama yang diluncurkan di Indonesia.

Mobil ini menggabungkan mesin bensin 1.500 cc dengan motor listrik Dual Mode (DM).

>>> Pengusaha Bus Khawatir Perluasan Mandatori Biosolar B50 Perpendek Umur Mesin

Kehadirannya memicu anggapan bahwa biaya perawatan akan lebih mahal karena memiliki dua sistem penggerak. Namun, PT BYD Motor Indonesia membantah anggapan tersebut.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyatakan hasil riset internal perusahaan.

Menurutnya, biaya perawatan M6 DM justru lebih rendah dari mobil konvensional setara.

"Biaya maintenance untuk teknologi ini khususnya yang disematkan kepada nantinya M6 DM bisa lebih rendah dari kendaraan setara dengan kapasitas dan 1.500 cc yang sama di ICE," ujar Luther di Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).

Luther menambahkan bahwa pemilik tidak perlu khawatir soal biaya perawatan. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang biaya.

Karena banyak orang berasumsi ketika dia bermesin ganda ada EV dan engine maka biayanya jadi dobel. Sama sekali tidak," katanya.

>>> Alex Marquez Dipastikan Absen di MotoGP Italia dan Hungaria

Perusahaan menyebut pengeluaran untuk servis berkala justru lebih efisien.

"Secara internal kita sudah riset harganya tidak lebih tinggi dari ICE biasa, bahkan lebih rendah yang setara dengan mesin 1.500 cc yang sama," ujarnya.

Dari sisi teknis, BYD M6 DM menggunakan mesin 1.500 cc dengan tenaga 72 kW dan torsi 125 Nm.

Mesin ini terintegrasi dengan motor listrik Electric Hybrid System (EHS) 5.0 berkecepatan hingga 15.000 rpm.

Pabrikan mengklaim efisiensi bahan bakar mencapai 65 kilometer per liter. Jarak tempuh akumulatifnya bisa melebihi 1.800 kilometer.

>>> Chery Incar Pasar AS, Kongres Tolak Keras

Mobil ini memiliki tiga mode operasi: EV Mode untuk performa full listrik, HEV Series untuk pengisian daya baterai lewat mesin bensin, dan HEV Parallel yang memadukan kedua sumber energi.