Vinfast Indonesia resmi meluncurkan mobil listrik VF MPV 7 hasil rakitan lokal di Subang, Jawa Barat.

Kendaraan ini dipasarkan dengan harga Rp 420 jutaan termasuk baterai dan Rp 345 jutaan tanpa baterai untuk status on the road Jakarta.

>>> VinFast Sesuaikan Fitur Mobil Rakitan Lokal untuk Konsumen Indonesia

Menurut Head of Training Department VinFast Indonesia, Rinaldi Ginanjar Ramdani, sebagian besar spesifikasi mobil ini identik dengan versi buatan Vietnam.

"Secara spesifikasi sebenarnya 80-90 persen kurang lebih sama (dengan versi CBU Vietnam). Tapi ada beberapa (fitur) yang kami adjust untuk pasar Indonesia," ujarnya.

Fitur Tambahan untuk Pasar Indonesia

Beberapa fasilitas tambahan yang disematkan meliputi konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto, kamera 360, reflectable mirror, roof bar ekstra, serta detail kecil lainnya.

Selain itu, terdapat pula pilihan warna baru pada bagian kabin kendaraan.

"Kemudian kami juga menambahkan warna interior coklat. Jadi kurang lebih hampir sama, tapi ada beberapa yang kami tambahkan khusus untuk market Indonesia," tutur Rinaldi.

Pihak perusahaan menegaskan bahwa komponen penggerak seperti motor listrik dan baterai tidak mengalami modifikasi dibandingkan versi impor.

>>> Suzuki Luncurkan Burgman 15, Siap Tantang Honda PCX dan Yamaha Nmax

"Perubahannya hanya fitur aja, kalau mesin kita masih sama seperti (mobil) yang dibuat di Vietnam," ungkap Rinaldi.

Manajemen lokal memiliki otoritas penuh untuk mengajukan penambahan kelengkapan fitur bagi konsumen di Indonesia.

Namun, segala bentuk perombakan pada desain utama maupun sektor mesin tetap berada di bawah kendali penuh kantor pusat.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Vinfast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto menyatakan bahwa tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) kendaraan ini telah mencapai batas minimal yang ditetapkan regulasi.

"Jadi untuk berapa kandungan lokal, kali ini kami comply dengan requirement dari pemerintah, yakni 40 persen minimal.

>>> Bahan Bakar Berkualitas Bikin Komponen Mobil Lebih Awet

Itu sudah kami penuhi, karena kami sudah ikut program BEV yang digelar tahun lalu. Jadi ada sertifikat TKDN dan kami sudah mendapatkannya," kata Kariyanto.