Kejahatan Siber Makin Mengintai Aktivitas Digital Akibat AI
Ketergantungan masyarakat pada internet dan perangkat digital memicu ancaman siber yang semakin masif. Aktivitas seperti bekerja, belajar, dan transaksi keuangan kini berisiko tinggi.
Serangan siber tidak hanya menargetkan korporasi besar atau instansi pemerintah. Pengguna individu juga menjadi sasaran phishing, malware, pencurian data, hingga ransomware.
>>> Dolar AS Menguat, Industri Telekomunikasi Kelola Efek Fluktuasi Kurs
Tindakan sederhana seperti membuka email dari pengirim tak dikenal atau mengeklik tautan asing bisa menjadi pintu masuk ancaman.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dimanfaatkan pelaku untuk meningkatkan efektivitas serangan.
Pendekatan Keamanan Berubah
Presiden Direktur PT FPT Metrodata Indonesia, Edwin Putraoetama Octosa, menjelaskan pola ancaman digital kini dimulai dari celah kecil.
Proses itu perlahan berkembang menjadi gangguan sistem yang masif.
"Serangan biasanya tidak langsung besar, tetapi dimulai dari satu titik, misalnya perangkat terpapar malware lalu menyebar," ujar Edwin dalam peluncuran solusi keamanan digital di Jakarta.
>>> Galaxy Space Ciptakan Antena Satelit Lipat Mirip Payung untuk Internet Langsung ke Ponsel
Pendekatan keamanan berubah dari reaktif menjadi proaktif.
"Yang kita lakukan adalah mengubah pendekatan dari reaktif menjadi proaktif," kata Edwin. Deteksi dini potensi ancaman kini menjadi prioritas.
Presiden Direktur HP Indonesia, Juliana Cen, menyoroti potensi serangan siber yang cukup besar. "Apalagi sekarang dengan AI, potensi ancamannya semakin meningkat," ujarnya.
Juliana menambahkan, gawai modern berfungsi sebagai pusat penyimpanan dokumen krusial. Data pekerjaan, berkas pribadi, dan akses finansial terintegrasi dalam satu perangkat.
>>> Menteri Agama Soroti Nilai Moral dalam Perkembangan Kecerdasan Buatan
Langkah preventif seperti memperbarui sistem berkala dan mengaktifkan proteksi ganda menjadi proteksi dasar. Keamanan siber kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.
Update Terbaru
C8 Corvette Convertible Laku Rp1 Miliar, Lebih Murah dari Harga Baru
Jumat / 22-05-2026, 22:38 WIB
Gangguan Transmisi 275 kV Picu Pemadaman Listrik Massal di Sumatera
Jumat / 22-05-2026, 22:35 WIB
Federico Barba Prioritaskan Gelar Juara Persib Bandung ketimbang Penghargaan Individu
Jumat / 22-05-2026, 22:23 WIB
BTS Gelar Konser World Tour ARIRANG di SUGBK Desember 2026
Jumat / 22-05-2026, 22:23 WIB
Riot Games Buka Pendaftaran Turnamen Demon Hunter Arena Asia Tenggara
Jumat / 22-05-2026, 22:21 WIB
MUI Jatim Haramkan Ritual Pesugihan di Gunung Kawi
Jumat / 22-05-2026, 22:20 WIB
Calvin Dores Berniat Jual Bola Mata demi Hidupi Keluarga
Jumat / 22-05-2026, 22:13 WIB
Asyik Nyanyi Bareng Ari Lasso di Jogja Financial Festival 2026 Day 1
Jumat / 22-05-2026, 22:03 WIB
Bioskop Trans TV Tayangkan Term Life dan To Catch A Killer Malam Ini
Jumat / 22-05-2026, 21:59 WIB
Borneo FC Dominasi Nominasi Pemain Terbaik Super League 2025/2026
Jumat / 22-05-2026, 21:58 WIB
Meta PHK 8.000 Karyawan, Fokus Genjot Investasi AI
Jumat / 22-05-2026, 21:58 WIB
Honda City Facelift Meluncur di India, Harga Mulai Rp200 Jutaan
Jumat / 22-05-2026, 21:58 WIB
Trans TV Tayangkan Film Term Life Malam Ini, Kisah Ayah dan Anak dalam Pelarian
Jumat / 22-05-2026, 21:53 WIB
Alvaro Arbeloa Bidik Kemenangan Perpisahan di Laga Terakhir
Jumat / 22-05-2026, 21:48 WIB






