PT Astra Daihatsu Motor melakukan restrukturisasi biaya produksi dan efisiensi manufaktur untuk mengatasi tekanan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Langkah strategis tersebut disampaikan di Tangerang pada Rabu (20/5/2026) guna merespons lonjakan biaya produksi di industri otomotif nasional.

>>> Beban Operasional Pengusaha Bus Dinilai Terlalu Berat, Tarif Tol dan PPN 12% Dikhawatirkan

Tekanan terhadap industri otomotif dalam negeri muncul akibat fluktuasi kurs, mengingat beberapa komponen kendaraan masih dipasok melalui mekanisme impor.

Sebagai langkah awal, penyesuaian internal diprioritaskan oleh perusahaan dibandingkan membebankan kenaikan biaya secara langsung kepada masyarakat.

Fokus pada Efisiensi Produksi

“Pergerakan fluktuasi ini pastinya harus ada penyesuaian,” ujar Sri Agung Handayani, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor.

Pihak manajemen berkomitmen untuk mempertahankan keberlangsungan operasi bisnis di pasar domestik tanpa mengambil keputusan terburu-buru terkait kenaikan harga jual kendaraan.

Penghematan di area produksi menjadi fokus utama yang diterapkan oleh perusahaan saat ini.

“Keberlanjutan industri ini kan mesti jalan. Jadi kita lakukan beberapa hal, kita restructure biaya dan melakukan efisiensi di manufacturing kita,” kata Sri Agung.

Tingkat lokalisasi komponen untuk kendaraan Daihatsu di Indonesia saat ini dilaporkan telah melampaui angka 80 persen.

Kendati demikian, sisa kebutuhan komponen yang masih mengandalkan jalur impor memicu dampak langsung terhadap struktur pengeluaran perusahaan saat rupiah terdepresiasi.

>>> Prabowo Targetkan Indonesia Stop Impor BBM Lewat Sawit dan PLTS

Koordinasi intensif kemudian dibangun bersama seluruh jaringan rantai pasok demi mempercepat proses lokalisasi suku cadang tersisa.

Strategi kolaboratif ini ditujukan untuk memitigasi risiko ketergantungan impor yang berkepanjangan.

“Kita ada pembahasan juga dengan total supply chain kita untuk mencari solusi dalam pengembangan lokalisasi dari beberapa komponen,” ujarnya.

Depresiasi nilai tukar mata uang ini menjadi tantangan kolektif bagi seluruh agen pemegang merek di Indonesia karena keterikatan pasokan bahan baku luar negeri.

Penyesuaian kebijakan internal dilakukan secara hati-hati agar tidak menekan kelompok konsumen pembeli mobil pertama.

“Tapi apa yang akan dilakukan Daihatsu akan dilakukan dengan sangat hati-hati dan prudent. Artinya tidak semua dilakukan dan di-deploy kepada customer,” kata Sri Agung.

Kebijakan mempertahankan harga jual kendaraan ini tercatat telah berjalan selama empat bulan terakhir.

>>> Cupra Terramar Performa Tinggi Terlihat di Nürburgring, Tenaga Lebih 320 HP

Selain mengandalkan penguatan rantai pasok lokal, optimalisasi jaringan distribusi di wilayah rural dan daerah berkembang kini menjadi tumpuan utama perusahaan untuk mempertahankan performa penjualan domestik.