Krisis Energi Timur Tengah Dorong Penjualan Kendaraan Listrik Global
Kendaraan listrik di China berhasil mengurangi permintaan minyak sekitar 1 juta bph pada 2025, dan diproyeksikan meningkat menjadi 2,7 juta bph pada 2030.
Secara global, pengurangan konsumsi minyak akibat penggunaan kendaraan listrik diperkirakan meningkat tiga kali lipat menjadi sekitar 5 juta bph pada 2030.
Peningkatan penggunaan truk listrik sebagai moda transportasi logistik berpotensi mengurangi konsumsi minyak sekitar 1 juta bph pada 2035 berdasarkan kebijakan saat ini.
Dominasi China di Pasar EV Global Menekan Harga
Di tengah meningkatnya permintaan global, China tetap menjadi pemain paling dominan dalam industri kendaraan listrik dunia.
Financial Times melaporkan China memproduksi hampir 75 persen kendaraan listrik dunia pada 2025 dan agresif memperluas ekspor ke berbagai negara.
IEA mencatat penjualan mobil listrik di China sudah melampaui 11 juta unit pada 2024, lebih besar dibanding total penjualan EV global dua tahun sebelumnya.
Dominasi China ikut menekan harga kendaraan listrik global melalui produksi massal dan biaya baterai yang semakin murah.
Financial Times melaporkan lebih dari 30 persen kendaraan listrik di Eropa pada 2025 sudah dijual dengan harga lebih murah dibanding kendaraan berbahan bakar bensin.
Asia Tenggara diproyeksikan menjadi pasar penting dengan pangsa EV meningkat dari sekitar 20 persen pada 2025 menjadi 60 persen pada 2035.
Amerika Serikat Alami Perlambatan Penjualan EV
Meski pasar global tumbuh pesat, perkembangan kendaraan listrik di Amerika Serikat justru menunjukkan tren perlambatan.
Axios melaporkan penjualan EV di AS mulai melambat setelah insentif pajak kendaraan listrik dihapus dalam kebijakan anggaran 2025.
Namun, kenaikan harga bensin akibat konflik Timur Tengah dinilai tetap dapat mendorong sebagian konsumen AS kembali mempertimbangkan kendaraan listrik.
IEA memperkirakan tren pertumbuhan kendaraan listrik global masih akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam skenario kebijakan saat ini, penjualan kendaraan listrik diproyeksikan melampaui 40 persen dari total penjualan mobil global pada 2030.
>>> Kemenhub Kembangkan Proyek BRT di Bandung dan Sumatra Utara
Kombinasi harga bahan bakar tinggi, biaya baterai murah, serta dorongan memperkuat ketahanan energi menjadi faktor utama pertumbuhan pasar kendaraan listrik dunia.
Update Terbaru
Pochettino Catat Rekor Kemenangan Terbanyak USMNT di Piala Dunia
Senin / 06-07-2026, 06:28 WIB
Garrett Temple Pensiun, Gabung Staf Pelatih Dallas Mavericks
Senin / 06-07-2026, 06:28 WIB
Cole Palmer Kecewa Tak Dibawa ke Piala Dunia 2026, Inggris Lolos ke Babak Gugur
Senin / 06-07-2026, 06:22 WIB
Ayah Erling Haaland Buka Peluang Transfer ke Real Madrid
Senin / 06-07-2026, 06:21 WIB
Cristiano Ronaldo Pastikan Piala Dunia 2026 Jadi Penampilan Terakhirnya
Senin / 06-07-2026, 06:21 WIB
Tiga Negara Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Senin / 06-07-2026, 06:21 WIB
Insentif Mobil Listrik Ditunda Lagi ke Agustus, Hyundai Pilih Menunggu
Senin / 06-07-2026, 06:21 WIB
Haaland Samai Gol Mbappe dan Messi, Persaingan Top Skor Piala Dunia 2026 Makin Panas
Senin / 06-07-2026, 06:21 WIB
Kartu Merah Balogun Dicabut, Trump Desak FIFA
Senin / 06-07-2026, 06:21 WIB
7 Cara Mengajari Anak Mengenali Emosi agar Tidak Mudah Tantrum
Senin / 06-07-2026, 06:18 WIB
Brasil, Kanada, dan Paraguay Tersingkir di 16 Besar Piala Dunia 2026
Senin / 06-07-2026, 06:18 WIB
Insentif EV Diundur Lagi, Konsumen Diminta Tak Terlalu Berharap
Senin / 06-07-2026, 06:18 WIB
Jadwal Tayang Anime Reborn as a Space Mercenary dan Rangkaian Berita Anime 5-6 Juli 2026
Senin / 06-07-2026, 06:15 WIB
Saat Paris Membeku: Kisah Kota Bertahan di Suhu –24°C
Senin / 06-07-2026, 06:15 WIB







