Google resmi memperkenalkan sistem operasi terbaru Wear OS 7 dalam ajang Google I/O 2026.

Platform ini membawa perombakan besar pada efisiensi baterai, integrasi kecerdasan buatan, dan konektivitas ekosistem Android.

>>> Huawei Luncurkan Tablet MatePad Pro Max Setebal 4,7 mm di Bangkok

Sistem operasi ini hadir dalam bentuk Canary Emulator untuk para pengembang. Kehadirannya diproyeksikan mengubah fungsi jam tangan pintar menjadi asisten digital yang lebih proaktif dan responsif.

Efisiensi Baterai Meningkat 10 Persen

Daya tahan baterai menjadi fokus utama Google dalam pengembangan Wear OS 7.

Melalui optimasi perangkat lunak, sistem ini menjanjikan peningkatan efisiensi baterai hingga 10 persen tanpa perubahan perangkat keras.

Peningkatan tersebut setara dengan tambahan durasi penggunaan aktif selama 2 hingga 4 jam.

Tambahan ini berlaku meski jam tangan menjalankan fitur pelacakan kesehatan 24 jam dan mode layar selalu menyala.

Efisiensi ini terwujud berkat integrasi mendalam dengan manajemen daya Android 17. Sistem akan membatasi proses latar belakang secara ketat dan mengatur pengaktifan sensor hanya saat dibutuhkan.

Wear Widgets Gantikan Tiles

Perubahan signifikan terlihat pada penghapusan sistem Tiles yang telah digunakan sejak Wear OS 2. Sebagai gantinya, Google meluncurkan Wear Widgets yang berfungsi sebagai komponen informasi dinamis.

Komponen baru ini selaras dengan standar tampilan widget pada ponsel Android. Fitur pendukung berbasis AI juga memungkinkan pengguna membuat widget personal yang langsung terhubung ke jam tangan.

Wear Widgets mendukung layout 2x1 dan 2x2 seperti di ponsel, serta dapat diadaptasi langsung dari widget ponsel. Sistem ini juga sinkron otomatis dengan widget kustom pengguna.

Integrasi Gemini AI

Google membawa teknologi Gemini Intelligence ke dalam Wear OS 7. Namun, fitur kecerdasan buatan ini memerlukan dukungan perangkat keras berupa model Gemini Nano v3.