Stellantis dan Jaguar Land Rover (JLR) resmi menjajaki kerja sama di Amerika Serikat. Kedua perusahaan menandatangani nota kesepahaman non-binding untuk membahas potensi kolaborasi.

Dalam pernyataan bersama, mereka akan mengeksplorasi sinergi di bidang pengembangan produk dan teknologi. Langkah ini disebut dapat memberikan manfaat berarti bagi kedua belah pihak.

>>> Ram Rumble Bee SRT 777 HP: Lebih Cepat dari BMW M3 ke 60 mph

Meski demikian, perjanjian tersebut masih sangat awal. Belum ada konfirmasi mengenai produk, platform, atau pabrik tertentu yang akan digunakan.

Bagi Stellantis, langkah ini sejalan dengan strategi globalnya. Perusahaan semakin sering membangun aliansi regional sesuai kebutuhan pasar masing-masing.

Di Eropa dan China, Stellantis telah menjalin kemitraan dengan pabrikan China. Baru-baru ini, mereka mengumumkan rencana dengan Dongfeng untuk memproduksi EV merek Voyah di pabrik Rennes, Prancis.

Kerja sama yang sama juga membentuk masa depan Jeep di luar AS. Mulai 2027, Jeep dan Peugeot elektrifikasi baru akan diproduksi di Wuhan untuk pasar China dan ekspor.

Sementara itu, di Kanada, Stellantis dilaporkan menjajaki kemungkinan memproduksi EV di pabrik Jeep Brampton yang menganggur, terkait dengan mitra China Leapmotor.

>>> Xiaomi YU7 GT Rebut Rekor SUV Tercepat di Nurburgring dari Audi

Kanada kini lebih terbuka terhadap investasi EV China, berbeda dengan AS yang semakin keras terhadap China.

Dalam konteks itu, pembicaraan dengan JLR terlihat lebih konvensional.

Dua pabrikan Barat yang mapan berbagi biaya di AS dinilai lebih aman secara politik dibandingkan mengimpor teknologi China.

Meski belum ada pembahasan mengenai Maserati, membangun mobil dari basis Jaguar Type 01 terdengar lebih menarik bagi penggemar Barat daripada dari basis China JAC Maextro.

>>> Bos Ram Tahu 'Keyboard Warriors' Akan Mengeluh soal Fitur Rumble Bee Ini

Potensi kerja sama ini sangat besar, termasuk kemungkinan berbagi platform antara Jeep dan Land Rover di masa depan.