Chery dikabarkan akan menghidupkan kembali nama Freelander sebagai SUV listrik buatan China yang akan dijual di Eropa.

Menariknya, bos Jaguar Land Rover (JLR), Adrian Mardell, justru memberikan restu atas langkah tersebut.

>>> Memo AutoZone soal Pasokan Oli Mesin: Penggantian Oli Anda Berikutnya Bisa Lebih Mahal

Freelander Baru Lebih Besar dari Defender

Freelander yang dimaksud bukanlah model lama buatan Land Rover, melainkan SUV anyar hasil kerja sama Chery dengan JLR.

Mobil ini diklaim memiliki ukuran lebih besar dari Land Rover Defender, dan akan diproduksi di China.

Chery berencana memasarkan Freelander tersebut di pasar Eropa, termasuk Inggris, yang merupakan rumah bagi Land Rover.

Bos JLR: Silakan, Itu Bagian dari Kesepakatan

Adrian Mardell, CEO JLR, mengatakan bahwa pihaknya tidak keberatan dengan rencana Chery tersebut.

Menurutnya, penggunaan nama Freelander sudah menjadi bagian dari kesepakatan lisensi antara JLR dan Chery.

"Kami memberikan izin karena itu sudah diatur dalam kontrak. Mereka bisa menjualnya di Eropa," ujar Mardell.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa JLR melihat peluang dari kolaborasi tersebut, bukan sebagai ancaman.

Strategi Chery Masuki Pasar Eropa

Langkah Chery menjual Freelander di Eropa merupakan bagian dari ekspansi global merek asal China tersebut.

Dengan membawa nama yang sudah dikenal, Chery berharap bisa lebih mudah diterima konsumen Eropa.

Freelander versi Chery akan menjadi SUV listrik, sejalan dengan tren elektrifikasi di benua biru.

Model ini diprediksi akan bersaing dengan SUV listrik dari merek Eropa maupun China lainnya.

Reaksi Pasar dan Pengamat

Keputusan JLR memberi lampu hijau ini menuai beragam reaksi. Sebagian pengamat menilai langkah tersebut berisiko.