Teknologi DM diposisikan sebagai solusi pelengkap bagi kelompok masyarakat yang ingin mengadopsi kendaraan rendah emisi namun masih ragu bertransisi penuh ke EV murni.

Perpaduan mesin bensin dan motor listrik diklaim mampu mengakomodasi mobilitas di daerah yang belum memiliki infrastruktur pengisian daya merata.

“Kami percaya masyarakat, khususnya di daerah, memang menunggu solusi yang melengkapi kebutuhan kendaraan hijau saat ini.

Karena mungkin mereka masih belum mau langsung transisi ke EV,” kata Luther Panjaitan.

Teknologi plug-in hybrid DM 5.0 telah diterapkan pada produk terbaru yang baru diluncurkan di Indonesia, yaitu BYD M6 DM.

Kendaraan ini diklaim memiliki tingkat konsumsi bahan bakar hingga 65 kilometer per liter dengan total jarak tempuh gabungan mencapai lebih dari 1.800 km.

BYD menilai bahwa kehadiran teknologi DM menjadi solusi tepat di tengah dinamika ekonomi saat ini, terutama dengan kenaikan harga BBM yang mendorong konsumen mencari kendaraan lebih efisien.

>>> Maxdecal dan Indonesia Subculture Satukan Modifikasi dan Tato di INKVERSE 2026

Teknologi ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat di daerah yang masih memiliki kekhawatiran terhadap infrastruktur pengisian daya.