Sekelompok blogger otomotif di Tiongkok menyiarkan langsung aksi pembongkaran paksa Blade Battery generasi kedua milik BYD pada Senin (18/5/2026).

Pembedahan ekstrem ini dilakukan secara kasar menggunakan alat-alat bengkel komersial seperti gerinda sudut, linggis, gergaji listrik, dan palu besi.

>>> Jaecoo J5 EV Kuasai Pasar Mobil Listrik Rp 300 Jutaan

Aksi tersebut dipicu oleh polemik sistem pengisian daya cepat yang memantik rasa penasaran warganet.

Proses pembongkaran berlangsung sekitar enam hingga delapan jam untuk mencapai sel baterai individual.

Meskipun paket baterai dihantam dan dipotong berulang kali hingga memicu percikan api, tidak ada asap atau kobaran api yang muncul.

Warganet di kolom komentar mengaku kagum dengan kekokohan struktural, metode penyegelan, material termal, dan penguatan sasis baterai tersebut.

Tim blogger hanya menemukan catatan minor berupa pengaplikasian lem perekat yang kurang rata di beberapa titik.

>>> Otospector Ingatkan Bahaya Modus Penipuan Harga Mobil Bekas Murah

Kendati demikian, aksi ini menuai kecaman dari sejumlah pengamat otomotif di Tiongkok karena mengabaikan aspek profesionalisme dan prosedur keselamatan.

Para kritikus menyoroti risiko fatal pembongkaran baterai kendaraan listrik bertegangan tinggi tanpa alat pelindung isolasi yang memadai.

Mereka juga menyoroti ketiadaan alat pemadam api ringan di area kerja selama siaran berlangsung.

Proses pembedahan yang dijuluki warganet sebagai "pembongkaran brutal" ini berlangsung sangat alot hingga membutuhkan waktu hampir delapan jam untuk mencapai sel baterai individual.

>>> Jasa Marga Mulai Rekonstruksi Tol Jakarta-Cikampek 18 Mei 2026

Mayoritas warganet di kolom komentar mengaku kagum dengan kekokohan struktural, metode penyegelan, material termal, hingga penguatan sasis Blade Battery generasi teranyar yang dinilai sangat solid tersebut.