Persaingan mobil listrik di Indonesia kian sengit, terutama di segmen harga Rp 300 jutaan. Data Gaikindo menunjukkan pergeseran peta kekuatan para pemain.

Jaecoo, merek baru di bawah Chery Group, mencatatkan kejutan besar. Model J5 EV Premium dengan harga Rp 309,9 juta berhasil terjual 11.006 unit.

>>> Otospector Ingatkan Bahaya Modus Penipuan Harga Mobil Bekas Murah

Angka tersebut menjadikan Jaecoo J5 EV sebagai pemimpin pasar mutlak di kelasnya. Desain SUV yang tangguh dan harga kompetitif menjadi daya tarik utama.

Pesaing di Segmen Rp 300 Jutaan

BYD memperkuat posisinya melalui MPV terbaru, BYD M6 Standard, seharga Rp 383 juta. Kendaraan ini mencatat distribusi sebanyak 670 unit.

Di kategori hatchback, BYD Dolphin Dynamic yang dibanderol Rp 369 juta mulai tumbuh dengan penjualan 42 unit. Performa BYD mendapat kawalan ketat dari MG.

MG mengandalkan lini MGS5 EV. Varian tertinggi, MGS5 EV Magnify seharga Rp 355,9 juta, mencetak penjualan 366 unit.

Sementara varian EV Ignite seharga Rp 333,9 juta terjual 29 unit.

Wuling Group mempertahankan eksistensinya dengan strategi diversifikasi. Tulang punggung penjualan Wuling kini beralih ke model yang lebih akomodatif.

Wuling Darion CE seharga Rp 399 juta menjadi produk terlaris dari kubu Wuling dengan total 406 unit. Disusul BinguoEV Lite seharga Rp 318 juta yang terjual 235 unit.

Varian BinguoEV Pro seharga Rp 363 juta terjual 17 unit, dan Eksion CE senilai Rp 389 juta sebanyak 13 unit.

Model pelopor Air ev Pro Long Range yang kini dihargai Rp 307 juta hanya membukukan 3 unit.

Pemain baru asal Vietnam, VinFast, mulai bergerak dengan skema sewa baterai. Model VF e34 termasuk baterai seharga Rp 320,85 juta memimpin penjualan VinFast dengan total 220 unit.