Sekelompok blogger otomotif di Tiongkok melakukan aksi nekat membedah paket Blade Battery generasi kedua milik BYD menggunakan perkakas listrik komersial pada Senin, 18 Mei 2026.

Siaran langsung pengujian destruktif tersebut viral di media sosial karena memicu perdebatan hangat mengenai kekuatan struktur serta prosedur keselamatan komponen kendaraan listrik.

>>> Penjualan Kendaraan Listrik di Kanada Melonjak 75% Sebelum Mobil China Masuk

Proses Pembongkaran dan Temuan

Aksi pembongkaran brutal yang berlangsung selama enam hingga delapan jam tersebut dilatarbelakangi oleh polemik daring mengenai suhu baterai BYD saat pengisian daya cepat.

Berdasarkan laporan Carnewschina yang dikutip Kompas.

com, tim penguji mengandalkan alat bengkel bangunan seperti gerinda sudut, linggis, gergaji listrik, hingga palu besi untuk membelah sasis komponen.

Para penonton siaran langsung menyoroti ketangguhan sasis karena tidak ada asap maupun kobaran api yang muncul meski baterai dihantam dan dipotong berulang kali hingga memicu percikan api.

Proses pembedahan yang alot tersebut mengungkap struktur internal yang terdiri dari 170 sel tersusun seri dengan sistem penguat khusus dan pengaplikasian lem perekat dalam jumlah besar.

Sebelum dibongkar secara paksa, paket baterai tersebut sempat dibekukan terlebih dahulu selama sekitar 40 jam dengan tujuan membuat komponen perekat struktural menjadi lebih rapuh.

"Meskipun dibekukan, proses pembongkaran tetap harus dilakukan secara destruktif karena pemanasan dan bahan kimia penghilang perekat tidak aman digunakan di dekat sel baterai utuh," kata tim pembongkaran.

Tim penguji menyebut produk BYD ini sebagai paket baterai yang paling sulit dibongkar dibandingkan dengan lebih dari 20 baterai kendaraan listrik lain yang pernah mereka uji.

>>> BMW 1-Series Generasi Baru Hadir dengan Dua Karakter, Hanya Satu Penggerak Roda Belakang