BYD resmi memperkenalkan model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) terbaru bernama BYD M6 DM di Indonesia pada Senin (18/5/2026).

Kendaraan ini diprediksi memiliki harga jual yang lebih murah dibandingkan dengan versi listrik murninya.

>>> BYD Ungkap Alasan Bawa Teknologi Dual Mode ke Indonesia

Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) untuk varian PHEV ini tercatat jauh lebih rendah daripada tipe battery electric vehicle (BEV).

Kebijakan tersebut mengindikasikan strategi agresif pabrikan dalam menetapkan harga On The Road (OTR) yang kompetitif.

Informasi mengenai nilai jual ini dikonfirmasi langsung oleh pihak internal dealer di area ibu kota.

Nilai jual yang rendah memberikan ruang bagi perusahaan untuk mematok harga jual yang terjangkau bagi konsumen domestik.

“NJKB BYD M6 DM Rp 100 juta sampai Rp 120 jutaan. Lebih murah dari BYD M6 EV yang NJKB-nya Rp 200 juta sampai Rp 280 juta.

Harganya lebih murah, kisaran Rp 320 juta sampai Rp 380 juta estimasi,” ujar tenaga penjual BYD.

>>> Chery Buka Pemesanan Mobil Listrik Baru Chery Q di Indonesia

Sebagai perbandingan, varian listrik murni saat ini dipasarkan pada kisaran harga Rp 380 juta hingga Rp 430 jutaan.

Pendaftaran kode MEH dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026 menjadi sinyal awal kehadiran tipe hybrid ini.

Dokumen resmi pemerintah tersebut memuat tujuh model dengan kode kendaraan serupa yang memiliki nominal dasar pengenaan pajak mulai Rp 104 juta sampai Rp 123 juta.

Jika perkiraan harga terwujud, produk ini berpotensi menjadi salah satu PHEV termurah di pasar domestik.

BYD M6 DM diprediksi menjadi salah satu PHEV termurah di Indonesia dengan estimasi harga Rp 320 juta hingga Rp 380 juta.

>>> Ketahui Penyakit Bawaan Honda Brio Bekas Sebelum Membeli Mobil

Varian listrik murni BYD M6 EV saat ini dibanderol Rp 380 juta sampai Rp 430 jutaan.