Sistem Penglihatan Lalat Jadi Inspirasi Efisiensi AI dan Robotika
Ilmuwan dari Universitas Sheffield berhasil mengungkap mekanisme jalan pintas pada sistem penglihatan lalat. Temuan ini berpotensi merevolusi efisiensi energi pada teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dan robotika.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications ini menunjukkan bahwa serangga tidak hanya menyerap informasi visual secara pasif.
>>> Dell Ubah Standar Evaluasi Infrastruktur AI Perusahaan dengan Dua Metrik Baru
Mereka secara aktif mempertajam persepsi melalui gerakan tubuh dan mata yang sangat cepat.
Mekanisme Lompatan Frekuensi Tinggi
Studi tersebut mengidentifikasi adanya mekanisme bernama lompatan frekuensi tinggi atau peningkatan turbo. Saat lalat melakukan gerakan tiba-tiba, sistem visual mereka segera beralih ke mode yang lebih cepat.
Sistem tersebut mengirimkan data ke otak hingga tiga kali lipat dari kecepatan normal dalam skala milidetik.
Profesor Mikko Juusola, penulis senior penelitian, menyatakan bahwa temuan ini mengubah paradigma lama tentang pemrosesan informasi di otak.
"Karya ini menunjukkan cara berpikir yang baru secara fundamental tentang bagaimana otak menghitung informasi, di mana kecepatan dan efisiensi muncul dari interaksi aktif dengan lingkungan," ujarnya.
Implikasi bagi Kendaraan Otonom dan Robotika
Implikasi dari penelitian ini dinilai sangat besar bagi pengembangan kendaraan otonom dan robotika. Sektor tersebut selama ini sangat bergantung pada daya komputasi besar untuk menafsirkan lingkungan sekitar.
>>> xAI Rilis Grok Build, Asisten Coding AI untuk Saingi Claude Code
Melalui metode meniru cara kerja otak lalat, para insinyur dapat merancang mesin yang hanya memproses data paling relevan pada waktu yang tepat.
Langkah ini diperkirakan mampu memangkas penggunaan energi secara signifikan.
Dr. Jouni Takalo, pengembang model utama dalam tim, menambahkan bahwa koordinasi sensor kecil pada lalat memungkinkan pengalihan perhatian secara instan ke area yang paling penting.
Hal ini menjadi inspirasi bagi pengembangan sistem penglihatan buatan dan rekayasa neuromorfik yang lebih adaptif dan rendah latensi.
Penelitian ini menegaskan bahwa kecerdasan masa depan tidak selalu membutuhkan komputer yang lebih besar.
>>> Mantan CEO Google Eric Schmidt Dicemooh Mahasiswa Saat Bahas AI
Efektivitas alam dalam mengolah data secara presisi menjadi acuan untuk mendesain teknologi yang jauh lebih efisien.
Update Terbaru
Paus Leo XIV Berdoa untuk Migran di Lampedusa Tepat Hari Kemerdekaan AS
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Link Live Streaming Kanada vs Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Kenapa Fan Antusias dengan Pernikahan Taylor Swift? Ini Kata Psikolog
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Star Fox Jadi Game Terlaris di eShop Nintendo Switch 2 Jepang Juni 2026
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Aspyr Pilih Kualitas Visual daripada 60 FPS di Rise of the Tomb Raider Switch 2
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Capcom Ingin Perluas Jangkauan Mega Man Menjelang 40 Tahun Seri
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Danganronpa 2×2 Ditunda ke Awal 2027, Spike Chunsoft Konfirmasi
Sabtu / 04-07-2026, 22:21 WIB
Ferrari Rebut Pole Sprint Kejutan di GP Inggris
Sabtu / 04-07-2026, 22:17 WIB
Perayaan Bicentennial AS 1976 Bangkitkan Patriotisme dan Tradisi Lokal
Sabtu / 04-07-2026, 22:17 WIB
Inggris Hadapi India di T20I Kedua yang Krusial di Old Trafford
Sabtu / 04-07-2026, 22:16 WIB
Puluhan Ribu Pelari Selesaikan Peachtree Road Race di Tengah Peringatan Panas Ekstrem
Sabtu / 04-07-2026, 22:15 WIB
Krejcikova Kalahkan Bartunkova, Laju ke Babak Keempat Wimbledon
Sabtu / 04-07-2026, 22:15 WIB
Kepala Sekolah Ungkap Dampak Positif MBG di Sidang MK
Sabtu / 04-07-2026, 22:15 WIB
Golkar ke NU: Nasihati Negara Saja, Jangan Sibuk Cari Pemenang Pilpres!
Sabtu / 04-07-2026, 22:15 WIB







