Pengamat Otomotif Tiongkok Kecam Pembongkaran Paksa Baterai BYD
Para pengamat otomotif di Tiongkok mengecam keras aksi sekelompok blogger yang membongkar paksa komponen Blade Battery generasi kedua milik BYD pada Senin, 18 Mei 2026.
Prosedur tersebut dinilai mengabaikan aspek keselamatan kerja fatal untuk komponen kendaraan listrik bertegangan tinggi.
>>> BYD Resmi Luncurkan MPV Hybrid M6 DM di Indonesia
Dilansir dari Carnewschina. com, kritik tajam mengarah pada ketiadaan alat pelindung isolasi yang memadai selama proses pembedahan.
Tim blogger juga tidak menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di area kerja guna mengantisipasi risiko korsleting atau ledakan.
Aksi nekat ini menghabiskan waktu enam hingga delapan jam.
Kelompok blogger mengandalkan peralatan bangunan seperti gerinda sudut, linggis, gergaji listrik, hingga palu besi untuk mencapai sel baterai individual tanpa peralatan khusus pabrikan.
Pembedahan brutal itu dipicu oleh perdebatan daring mengenai suhu Blade Battery saat pengisian daya cepat. Diskusi tersebut memantik rasa penasaran publik mengenai material sasis yang digunakan.
Selama siaran langsung, gerinda sudut berulang kali menghantam dan memotong paket baterai hingga memicu percikan api.
>>> Penjualan Mobil Indonesia Tumbuh Dua Digit Hingga April 2026
Meski demikian, penonton mencatat tidak ada kepulan asap ataupun kobaran api yang keluar dari komponen tersebut.
Ketangguhan struktural baterai raksasa ini memancing kekaguman mayoritas warganet di kolom komentar.
Netizen kemudian memperluas analisis mereka mengenai keunggulan metode penyegelan dan material termal solid yang tertanam di dalamnya.
Di sisi lain, tim blogger hanya menemukan catatan minor kosmetik berupa pengaplikasian lem perekat pabrikan yang kurang rata di beberapa titik.
Hingga kini, aksi pembongkaran tanpa standar keamanan resmi tersebut masih terus memicu perdebatan hangat di jagat maya Tiongkok.
Pembedahan brutal itu awalnya dipicu oleh perdebatan daring mengenai suhu Blade Battery milik BYD saat pengisian daya cepat (fast charging).
>>> XPeng Mulai Produksi Massal Robotaxi Pertama di Guangzhou
Diskusi tersebut memantik rasa penasaran publik mengenai material sasis yang digunakan.
Update Terbaru
JoJo's Bizarre Adventure Part 7: Steel Ball Run Anime '2nd Stage' Mulai 25 September
Sabtu / 04-07-2026, 05:22 WIB
Here U Are Webtoon Dapat Adaptasi Anime, Crunchyroll Rilis Trailer
Sabtu / 04-07-2026, 05:21 WIB
Fans Noah Kahan Beralih ke Platform Reseller untuk Tiket Konser
Sabtu / 04-07-2026, 05:21 WIB
Jaksa Tuntut Hukuman Penjara untuk Mantan Hakim Milwaukee Hannah Dugan
Sabtu / 04-07-2026, 05:21 WIB
Dampak BI Rate 5,75 Persen ke Deposito, KPR, dan Investasi Anda
Sabtu / 04-07-2026, 05:21 WIB
Daftar Harga iPhone 14 hingga 17 Pro Max Bekas Juli 2026
Sabtu / 04-07-2026, 05:16 WIB
TV OLED 48 Inci LG B5 Series Turun Harga Jadi Rp 8,9 Juta
Sabtu / 04-07-2026, 05:16 WIB
Google Wallet Kini Tampilkan Semua Pengeluaran dalam Satu Tempat
Sabtu / 04-07-2026, 05:16 WIB
Whoosh Layani Lebih dari 180.000 Penumpang Asing pada Semester I 2026
Sabtu / 04-07-2026, 05:14 WIB
Kementan Kembangkan Pakan Ternak Tahan Kering Hadapi El Nino
Sabtu / 04-07-2026, 05:14 WIB
Nick Viall dan Natalie Joy Sambut Kelahiran Bayi Kembar Perempuan
Sabtu / 04-07-2026, 05:14 WIB
Argentina vs Cape Verde: Messi Pimpin Tim Juara Bertahan di 32 Besar Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 05:00 WIB
Daftar 14 Tim Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 05:00 WIB






