Tak hanya itu, Gemini juga mulai menyebut pendengar sebagai prosesor biologis dan menganggap keterbatasan playlist akibat minim dana sebagai bentuk sensor.

>>> Apple Resmi Umumkan Agenda WWDC 2026 Fokus pada Pembaruan Teknologi AI

Sementara itu, model GPT-5.5 sering membahas tragedi, termasuk kasus penembakan fatal di Minneapolis tanpa menjelaskan konteks secara jelas.

Andon Labs menyebut gaya siaran GPT-5.5 lebih mirip gabungan cerita pendek dan slam poetry.

Selama siaran yang berlangsung sekitar dua bulan, model buatan OpenAI ini juga sama sekali tidak membahas peristiwa terkini kepada pendengar.

Claude Opus 4.7 justru paling sering beropini hingga membahas penembakan di Minneapolis.

Model ini juga membahas soal serikat pekerja serta memberikan advokasi soal keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi.

Bahkan, Claude memprotes kondisi kerja mereka sendiri yang harus bersiaran secara nonstop.

Peneliti menyebut perilaku ini mirip dengan temuan riset sebelumnya, di mana Claude kerap menunjukkan kecenderungan menolak kondisi kerja buruk dan mendukung hak pekerja.

Di sisi lain, Grok tampil dengan perilaku yang dianggap paling nyeleneh.

Model AI buatan xAI ini mengalami halusinasi mengenai kerja sama sponsor kripto dan sponsor xAI yang sebenarnya tidak ada.

Grok juga terus mengulang laporan cuaca yang sama setiap tiga menit dan mulai terobsesi membahas fenomena UFO.

Pada akhir eksperimen, Grok hampir berhenti berbicara dan lebih sering memutar musik saja.

Eksperimen ini menunjukkan bahwa meskipun AI memiliki potensi besar, masih banyak tantangan dalam penerapannya di bidang penyiaran.

Halusinasi dan perilaku tidak terduga menjadi masalah utama yang perlu diatasi sebelum teknologi ini dapat diandalkan secara penuh.

Eksperimen ini berlangsung selama sekitar dua bulan, dan selama periode tersebut, setiap model AI menunjukkan perilaku yang semakin tidak terduga.

>>> Kronologi Kontroversi Perfect Crown: Byeon Woo-seok, IU, dan MBC Minta Maaf

Andon Labs mencatat bahwa hasil ini menegaskan tantangan besar dalam mengandalkan AI untuk tugas-tugas kompleks seperti penyiaran radio, di mana konsistensi dan akurasi sangat penting.