Menanggapi kondisi itu, ia mengusulkan agar posisi gerbong wanita dipindahkan ke bagian tengah rangkaian.

“Tadi kita ngobrol dengan KAI itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang, supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ujarnya.

Ia juga membuka kemungkinan penempatan penumpang laki-laki di bagian ujung kereta.

Respons Publik

Gagasan tersebut segera memicu reaksi di media sosial. Sebagian pihak mempertanyakan keadilan dari skema tersebut.

Kritik muncul karena dianggap memindahkan risiko ke penumpang laki-laki. Namun, ada pula yang menilai usulan itu sebagai langkah perlindungan terhadap perempuan.

Kehidupan Pribadi

Di luar aktivitas publik, ia diketahui menikah dengan Ngatawi Al-Zastrow. Ia tetap aktif dalam kegiatan sosial, termasuk program pemberdayaan masyarakat berbasis desa.

Selain di pemerintahan, ia juga pernah terlibat dalam dunia profesional sebagai direktur di beberapa perusahaan serta aktif dalam kampanye sosial nasional.