Nama Arifatul Choiri Fauzi tengah menjadi perhatian publik setelah pernyataannya terkait posisi gerbong khusus perempuan dalam rangkaian kereta memicu perdebatan.

Sosok yang kini menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak itu diketahui berasal dari Bangkalan, Madura, Jawa Timur, dan lahir pada 28 Juli 1969.

Latar Belakang dan Pendidikan

Masa kecilnya dihabiskan dalam lingkungan religius, meski pendidikan formal ditempuh di Jakarta. Ia mengenyam pendidikan di Madrasah Tsanawiyah hingga Madrasah Aliyah As Syafiiyah Jatiwaringin.

Pendidikan tinggi dilanjutkan di Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga dan selesai pada 1994. Delapan tahun kemudian, ia meraih gelar magister komunikasi dari Universitas Indonesia melalui beasiswa Ford Foundation.

Perjalanan Organisasi dan Politik

Aktivitas organisasi telah dijalani sejak muda, terutama di lingkungan Nahdlatul Ulama. Ia pernah memimpin Ikatan Pelajar Putri NU DIY pada 1989–1991.

Kariernya berlanjut sebagai Sekretaris Jenderal Fatayat NU dan Sekretaris di Pimpinan Pusat Muslimat NU. Saat ini, ia menjabat Ketua Umum PP Muslimat NU untuk periode 2025–2030.

Dalam ranah politik, ia terlibat dalam tim kampanye nasional pada Pemilu 2024 yang mendukung Prabowo Subianto dan menjadi bagian dari Koalisi Indonesia Maju.

Masuk Kabinet

Penunjukan sebagai Menteri PPPA terjadi setelah pertemuannya dengan Presiden terpilih pada Oktober 2024. Ia termasuk dalam jajaran tokoh yang dipanggil untuk mengisi kabinet.

Usulan Gerbong Wanita Picu Perdebatan

Perhatian publik kembali tertuju kepadanya usai insiden kecelakaan kereta di Bekasi pada 27 April 2026. Tabrakan tersebut melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.

Data yang beredar menunjukkan seluruh korban berasal dari penumpang perempuan di gerbong khusus wanita, dengan 15 orang meninggal dan 82 lainnya mengalami luka.