Puluhan Daerah Sulit Bayar Gaji PPPK, Guru Besar UGM Usul Potong Tunjangan Pejabat
Puluhan pemerintah daerah masih kesulitan membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), termasuk tenaga kesehatan dan guru.
Kondisi ini mendorong berbagai usulan agar pembayaran gaji PPPK tetap terjamin tanpa membebani keuangan daerah.
>>> Guru di Riau Curhat di Instagram Gibran, Respons Wapres Langsung Turun ke Sekolah
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan terdapat sekitar 39 daerah yang mengalami keterbatasan fiskal karena porsi belanja pegawai sudah melebihi 50 persen dari APBD.
Daerah-daerah tersebut berpotensi membutuhkan tambahan dana melalui skema Transfer ke Daerah (TKD) dari APBN.
"Kalau tidak salah kita itu 39 daerah. Ada 39 daerah yang perlu kita pikirkan.
Mungkin mereka, kalau di PAD juga akan berat sehingga mungkin perlu di-top-up melalui TKD," kata Tito dalam Rapat Kerja Komisi II DPR RI.
Tito menegaskan pemerintah tidak menginginkan PPPK dirumahkan akibat persoalan anggaran. Ia menyebut Kemendagri akan mengevaluasi kondisi fiskal daerah dan mendorong pemerintah daerah melakukan efisiensi belanja.
"Jadi, pertama, kita mendata daerah-daerah mana yang kira-kira kapasitas fiskalnya memang agak sulit, ya.
Yang kita minta daerah-daerah melakukan efisiensi dulu," ujar Tito kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Usulan Pemotongan Tunjangan Pejabat
Menanggapi persoalan tersebut, Guru Besar Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik FISIPOL UGM, Prof. Dr. Agus Pramusinto, mengusulkan restrukturisasi tunjangan pejabat sebagai alternatif pembiayaan gaji PPPK.
Agus menyarankan tunjangan kinerja pejabat eselon I dan II dipangkas sebesar 20 persen.
Selain itu, ia mengusulkan pejabat yang merangkap sebagai komisaris perusahaan negara tidak lagi menerima honor tambahan.
>>> Netanyahu Dikabarkan Minta Jaminan Pengamanan Seumur Hidup Jelang Pemilu Israel
Update Terbaru
Aksi Heroik Warga Gagalkan Penusukan Tiga Wanita oleh Pria di Paris
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Stunting pada Anak Berdampak Serius pada Perkembangan Kognitif
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Klasemen Piala AFF 2026: Garuda Tempel Vietnam Usai Pesta Gol
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Mitchell Baker Ungkap Rasa Tak Percaya Usai Cetak Hattrick untuk Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Bosan dengan Plafon Putih? Ini 7 Rekomendasi Warna dari Desainer
Selasa / 28-07-2026, 00:28 WIB
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB
Stop Killing Games Kritik Langkah PlayStation Tinggalkan Kaset Fisik
Selasa / 28-07-2026, 00:15 WIB
Mainan Kucing Magikarp Pokémon Dijual Empat Kali Lipat di Pasar Sekunder
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Evolusi Delibird di Pokémon Diamond dan Pearl Muncul dari DVD Langka
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
S.T.A.L.K.E.R. 2 Cost of Hope Ungkap Jadwal Rilis dan Menuju Chernobyl
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Jim Carrey Beri Penghormatan Terakhir Usai Chuck Russell Meninggal
Selasa / 28-07-2026, 00:08 WIB
Evolusi Tren Gym Modern: Bukan Cuma Tempat Angkat Beban Biasa
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Makeup Praktis dan Nyaman Jadi Tuntutan Baru Gaya Hidup Perempuan Modern
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB







