Kebab Baba Rafi Punya Siapa? Kini Terbagi Dua Kepemilikan Usai Perpisahan Owner
Pecah Kongsi Setelah Perceraian
Perubahan besar terjadi setelah hubungan pribadi Hendy Setiono dan Nilamsari berakhir pada 2017. Keduanya sebelumnya membangun bisnis saat masih menjadi pasangan suami istri.
Setelah berpisah, pengelolaan usaha ikut dibagi. Masing-masing pihak menjalankan bisnis dengan wilayah dan struktur berbeda.
- Nilamsari mengelola wilayah barat, mencakup Sumatera hingga Yogyakarta, melalui PT Sari Kreasi Boga Tbk.
- Hendy Setiono menangani wilayah timur melalui PT Baba Rafi Internasional.
Meski menggunakan nama yang masih berkaitan, pengelolaan keduanya sudah terpisah.
Struktur Kepemilikan Perusahaan Publik
Pada perusahaan yang dikelola Nilamsari, komposisi saham menunjukkan keterlibatan sejumlah pihak.
- PT Globalasia Capital Investama: 38,36%
- Jadug Trimulyo Ainul Amri: 13,47%
- Yuni Ayuningsih: 6,27%
Total kepemilikan tiga pemegang saham tersebut mencapai 58,1 persen, sementara sisanya dimiliki publik.
Gugatan PKPU dan Respons Perusahaan
Belakangan, perusahaan menghadapi gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang yang diajukan oleh PT Creative Mobile Adventure.
Perkara tersebut tercatat di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 26 Juni 2025, dengan nilai pinjaman sekitar Rp2 miliar.
Pinjaman itu berkaitan dengan fasilitas pembiayaan berbasis invoice berjangka dua bulan. Keterlambatan pembayaran disebut terjadi karena penundaan dari pihak pelanggan.
Manajemen menyatakan kondisi tersebut tidak mengganggu operasional usaha.
Bisnis Tetap Berjalan di Dua Jalur
Walau sempat diterpa isu, kedua pihak tetap melanjutkan bisnis masing-masing. Gerai masih beroperasi di berbagai kota.
Kini, kepemilikan Kebab Baba Rafi tidak lagi berada pada satu tangan. Usaha tersebut dijalankan oleh dua pengelola utama dengan wilayah berbeda.
Hendy Setiono memimpin bisnis melalui PT Baba Rafi Internasional, sementara Nilamsari menjalankan usaha lewat PT Sari Kreasi Boga Tbk.
Pembagian ini menjadi babak baru dalam perjalanan brand yang telah berkembang sejak awal 2000-an.
Update Terbaru
Ole Romeny Resmi Pinjam ke Fortuna Sittard, Targetkan Bangkit Kembali
Senin / 13-07-2026, 10:38 WIB
Ketegangan Tuchel dan Bellingham Warnai Lolosnya Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026
Senin / 13-07-2026, 10:38 WIB
Harga Emas Antam Turun Rp20.000, Jadi Rp2.635.000 per Gram
Senin / 13-07-2026, 10:33 WIB
Rupiah Dibuka Anjlok ke Rp18.119 per Dolar AS
Senin / 13-07-2026, 10:33 WIB
Dari Ijazah ke Skripsi ke KKN: Tuduhan Tifa-Roy Suryo Melebar
Senin / 13-07-2026, 10:32 WIB
Prabowo Bantah Kabinet Diisi Orang Titipan: Semua Menteri Putra-Putri Terbaik
Senin / 13-07-2026, 10:28 WIB
Xiaomi Luncurkan Mijia Monitor Light Bar 2 dengan Kontrol Nirkabel
Senin / 13-07-2026, 10:28 WIB
Ramalan Zodiak 13 Juli: Cancer Pemasukan Mengalir, Virgo Tetap Waspada
Senin / 13-07-2026, 10:27 WIB
Mamdani: Taylor Swift Bayar Rp 2,9 M untuk Izin Pernikahan di New York City
Senin / 13-07-2026, 10:23 WIB
Mobile Legends x Street Fighter 6 Hadir, Bawa Skin Ryu hingga Chun-Li
Senin / 13-07-2026, 10:23 WIB
Emisi Karbon Microsoft Naik 27 Persen Akibat Rajin Bangun Data Center AI
Senin / 13-07-2026, 10:23 WIB
Kronologi Kecelakaan Maut di Pantura Indramayu, 13 Tewas Usai Hajatan
Senin / 13-07-2026, 10:21 WIB
Robot Humanoid Agibot Rakit 17 Ribu Tablet dalam Live Streaming 6 Hari
Senin / 13-07-2026, 10:21 WIB
Rating TV per Senin, 13Juli 2026: D'Academy 8 Tahan Gempuran Piala Dunia, Sinetron SCTV Kuasai Layar Kaca!
Senin / 13-07-2026, 10:20 WIB







