Film Bumi Manusia Extended Tayang di KlikFilm dengan Cerita Lebih Luas
Penonton film Indonesia akan mendapatkan pengalaman baru dari kisah klasik Bumi Manusia. Falcon Pictures menghadirkan versi extended yang tayang eksklusif di platform OTT KlikFilm mulai 5 Maret 2026.
Berbeda dari film layar lebar yang sebelumnya dirilis, versi terbaru ini disusun dalam format serial yang terdiri dari enam episode. Penayangannya dijadwalkan dua kali setiap pekan, yakni pada hari Senin dan Kamis.
Format Serial Membuka Ruang Cerita Lebih Dalam
Serial ini tetap berangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer yang mengisahkan perjalanan Minke, Annelies, dan Nyai Ontosoroh. Namun alur yang sebelumnya dirangkum dalam durasi film kini dikembangkan lebih luas.
Beberapa adegan yang sebelumnya tidak dimasukkan kembali dihadirkan. Hubungan antar tokoh, pergulatan identitas, hingga dinamika kolonialisme di Hindia Belanda dipaparkan dengan detail yang lebih mendalam.
Pengembangan juga terlihat pada dialog yang dirancang lebih panjang sehingga emosi tokoh dan konteks sosial-politik cerita terasa lebih kuat.
Bagian dari Peringatan Seabad Pramoedya
Direktur KlikFilm, Frederica, menjelaskan bahwa perilisan versi extended ini berkaitan dengan peringatan seratus tahun kelahiran Pramoedya Ananta Toer.
“Perilisan ini dalam rangka Perayaan seabad Pram. Kami percaya karya sebesar Bumi Manusia memiliki jiwa yang tidak cukup hanya diceritakan dalam satu format. Versi extended ini memberi ruang kontemplasi yang lebih luas bagi penonton untuk menyelami pemikiran Pramoedya. Menjelang Lebaran, kami ingin menghadirkan tontonan yang bukan hanya menghibur, tetapi juga memperkaya batin,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sutradara Soroti Kedalaman Cerita
Sutradara Hanung Bramantyo menilai format serial memberi kesempatan lebih besar untuk menampilkan keseluruhan semesta cerita yang ada dalam novel tersebut.
“Sejak awal saya menyadari bahwa Bumi Manusia adalah semesta besar. Dalam versi extended ini, kami bisa menghadirkan detail-detail relasi, pergulatan identitas, serta ketegangan kolonialisme yang sebelumnya harus dipadatkan. Ini bukan sekadar tambahan durasi, tetapi pendalaman rasa,” kata Hanung.
Update Terbaru
Mengapa Dorongan Scrolling Media Sosial Sulit Dihentikan
Kamis / 18-06-2026, 22:40 WIB
Mobil LCGC Tetap Jadi Pilihan Utama Kendaraan Baru Terjangkau
Kamis / 18-06-2026, 22:40 WIB
JJan E&M dan Trois Films Kolaborasi Garap Film Berstandar Global
Kamis / 18-06-2026, 22:40 WIB
Dedi Mulyadi Optimistis Badai PHK di Jabar Terimbangi Investasi
Kamis / 18-06-2026, 22:40 WIB
Menko IPK AHY Tekankan Percepatan Rekonstruksi Infrastruktur Pascagempa Palu
Kamis / 18-06-2026, 22:40 WIB
Pemerintah Cermati Dampak Perdamaian AS-Iran terhadap Harga BBM
Kamis / 18-06-2026, 22:40 WIB
Real Madrid Resmi Rekrut Marc Cucurella dari Chelsea dengan Harga Rp1 Triliun
Kamis / 18-06-2026, 22:40 WIB
Mazda Beralih ke Layar Sentuh untuk Kontrol AC CX-5, Ini Alasannya
Kamis / 18-06-2026, 22:36 WIB
Oldsmobile Hurst/Olds 1984 dengan Tiga Tuas Transmisi Otomatis
Kamis / 18-06-2026, 22:36 WIB
Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2 dan Buka Showroom Baru di Jakarta
Kamis / 18-06-2026, 22:35 WIB
Sembilan Tim Lolos ke Grand Final FFNS 2026 Fall
Kamis / 18-06-2026, 22:35 WIB
Bank Indonesia Perpanjang Relaksasi Kartu Kredit hingga Akhir 2026
Kamis / 18-06-2026, 22:35 WIB
Pemilik Mobil Jarak Tempuh Tinggi Perlu Waspadai Overhaul Mesin
Kamis / 18-06-2026, 22:35 WIB
MCI Proyeksikan Rasio BOPO Modal Ventura Turun Gradual
Kamis / 18-06-2026, 22:35 WIB






