Pencarian terkait “video Teh Pucuk viral” mendadak mendominasi linimasa TikTok, Instagram, hingga X. Kata kunci tersebut menyebar cepat disertai klaim adanya rekaman kontroversial yang menampilkan botol minuman populer itu.

Meski rasa penasaran publik terus meningkat, tidak ada bukti autentik yang menunjukkan keberadaan video utuh sebagaimana disebutkan. Yang justru bermunculan adalah tautan mencurigakan dengan potensi risiko keamanan bagi pengguna.

Isu Bermula dari Konten Terpotong

Perbincangan bermula dari unggahan sejumlah akun anonim yang membagikan potongan video singkat, gambar buram, maupun tangkapan layar yang telah diedit. Narasi yang disematkan cenderung provokatif dan mengarahkan pengguna untuk membuka “link asli” melalui bio atau kolom komentar.

Rekaman penuh yang diklaim berdurasi lebih panjang tidak pernah dipublikasikan secara terbuka. Pola tersebut identik dengan praktik clickbait yang memanfaatkan rasa ingin tahu warganet untuk mendulang klik.

Tautan Eksternal dan Potensi Kejahatan Siber

Seiring isu semakin viral, berbagai akun menyebarkan tautan eksternal yang disebut sebagai akses menuju video lengkap. Dalam banyak kasus serupa, tautan semacam ini kerap mengarah ke situs phishing atau halaman yang dirancang untuk menjebak korban.

Pengguna bisa saja diarahkan ke halaman login palsu guna mencuri kata sandi, formulir verifikasi usia yang meminta data pribadi, hingga file unduhan yang menyisipkan malware ke perangkat.

Beberapa modus bahkan memanfaatkan izin notifikasi browser untuk mengirim spam berulang kali. Tidak sedikit korban melaporkan akun media sosialnya diambil alih setelah memasukkan kredensial pada situs tiruan.

Pola Lama dengan Kemasan Baru

Skema semacam ini bukan hal baru. Pelaku biasanya mencatut nama merek populer agar cerita terlihat meyakinkan dan mudah menarik perhatian.