Ada Apa? LINK Video 13 Menit Diduga Mahasiswa KKN Lombok Timur Viral, Polisi Lakukan Penelusuran
Ada Apa? LINK Video 13 Menit Diduga Mahasiswa KKN Lombok Timur Viral, Polisi Lakukan Penelusuran
Sebuah video berdurasi 13 menit 17 detik yang dikaitkan dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, memicu kehebohan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Rekaman tersebut pertama kali beredar melalui pesan berantai WhatsApp sebelum menyebar luas ke berbagai platform. Kontennya memperlihatkan sepasang pria dan wanita berada di atas ranjang dengan seprai merah bermotif bunga.
Diduga Direkam di Posko KKN
Lokasi perekaman disebut-sebut berada di kamar yang diduga menjadi posko KKN di salah satu desa di Lombok Timur. Detail seprai merah menjadi penanda yang ramai diperbincangkan warganet.
Nama mahasiswa yang diduga terlibat mulai dispekulasikan. Pria dalam video disebut menjabat sebagai ketua kelompok KKN saat program berlangsung.
Keterangan Kepala Desa
Kepala desa setempat membenarkan bahwa pasangan dalam video tersebut merupakan mahasiswa KKN yang pernah bertugas di wilayahnya. Namun, ia menegaskan tidak mengetahui soal pembuatan video tersebut.
“Benar itu kalau dia (pemeran) KKN di desa kami, tapi kalau masalah video ini saya sama sekali tidak tahu,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan para mahasiswa menyewa rumah warga sebagai posko selama menjalani program. Masa KKN disebut telah berakhir dan mahasiswa sudah ditarik kembali oleh pihak kampus sejak 5 Februari 2026.
Polisi Telusuri Kebenaran Video
Pihak kepolisian turut memberikan tanggapan atas beredarnya video tersebut. Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nicolas Osman, menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman.
“Kami akan cek dan telusuri dulu kebenarannya,” katanya.
Kepolisian belum memastikan keaslian rekaman maupun waktu pengambilannya. Penelusuran dilakukan untuk memastikan apakah video benar direkam di wilayah Lombok Timur dan apakah terdapat unsur pelanggaran hukum.
Imbauan Tidak Menyebarkan
Kasus ini memunculkan kekhawatiran di masyarakat karena dinilai berdampak pada reputasi individu serta institusi pendidikan yang terkait dengan program KKN.
Sejumlah pihak mengingatkan agar publik tidak ikut menyebarluaskan video tersebut. Selain persoalan etika, distribusi konten bermuatan asusila juga berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.
Masyarakat diimbau menyerahkan penanganan kasus kepada aparat berwenang dan lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.
Update Terbaru
Akamai Akuisisi LayerX Senilai 205 Juta Dolar AS untuk Keamanan AI
Minggu / 31-05-2026, 22:34 WIB
5 Bahaya Ketergantungan Utang bagi Perusahaan Ekspansi
Minggu / 31-05-2026, 22:34 WIB
Asing Lepas Saham Big Banks, BBCA Anjlok ke Level Terendah Sejak Oktober 2021
Minggu / 31-05-2026, 22:33 WIB
Samsung Kembangkan Sistem Pendingin Cair Aktif untuk Ponsel Galaxy
Minggu / 31-05-2026, 22:29 WIB
Bisnis Viral Blok M 2026: Modal Miliaran yang Cepat Balik Modal dan Banyak Dicari
Minggu / 31-05-2026, 22:29 WIB
Cara Atasi Eror 'Taxpayer Status Has to Be Active' di Coretax DJP
Minggu / 31-05-2026, 22:29 WIB
Peneliti Austria Temukan FROST, Celah Keamanan Baru yang Mengintai Aktivitas Web Lewat SSD
Minggu / 31-05-2026, 22:24 WIB
Jadwal Cair PKH dan BPNT 2026: Cara Cek Nama Penerima via HP
Minggu / 31-05-2026, 22:24 WIB
Tanggal 1 Juni 2026 Libur Apa? Cek Jadwal Resmi dan Potensi Long Weekend Terbaru
Minggu / 31-05-2026, 22:24 WIB
Google Rombak Total Tampilan Kotak Pencarian dengan AI
Minggu / 31-05-2026, 22:19 WIB
Harga Bawang Merah dan Cabai Melonjak Usai Iduladha 2026
Minggu / 31-05-2026, 22:19 WIB
Polisi Tangkap Sopir Taksi Pelaku Perusakan Mobil di Tol JORR, Motifnya Mengejutkan
Minggu / 31-05-2026, 22:18 WIB
TVRI Kampanyekan Piala Dunia 2026 Lewat Pelatihan Sepak Bola di Demak
Minggu / 31-05-2026, 22:14 WIB
Perjuangan Menembus Medan Berat Demi Kurban Warga Kepulauan
Minggu / 31-05-2026, 22:14 WIB






