Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI mengadakan program pelatihan teknik atau coaching clinic sepak bola di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Jumat (22/5).

Agenda ini bertujuan mengampanyekan perhelatan Piala Dunia 2026 secara masif hingga ke pelosok Indonesia.

>>> PB Akuatik Indonesia Targetkan Pembentukan Asosiasi Polo Air Juni 2026

Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni 2026.

Sebagai pemegang hak siar utama, TVRI berkomitmen menghadirkan atmosfer kompetisi empat tahunan ini agar dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI, Agus Sudibyo, menyatakan keyakinannya terhadap antusiasme masyarakat Indonesia.

"Kami terus gelorakan dan kami sangat optimistis bahwa Piala Dunia 2026 akan ditonton oleh sebanyak mungkin warga Indonesia," ungkapnya.

Untuk memperluas jangkauan pemirsa, TVRI membangun kolaborasi strategis dengan LPP RRI, Kantor Berita ANTARA, dan jajaran pemerintah daerah.

Kemitraan ini berfokus pada penyediaan fasilitas nonton bareng (nobar) resmi di tingkat kabupaten maupun kota melalui program "Bola Gembira".

>>> Lamine Yamal Ingin Tampil seperti Superhero di Piala Dunia 2026

Pelatihan untuk Bakat Muda

Kegiatan coaching clinic di Demak diikuti puluhan bakat muda dari beberapa akademi.

Peserta berasal dari SSB Sampangan Kota Semarang, Akademi Sepak Bola Darul Amanah Kendal, dan Akademi Sepak Bola Talenta Indonesia (ASTI) Kendal.

Para pemain muda mendapatkan bimbingan taktik langsung dari tim teknis PSSI Jawa Tengah, M. Irfan.

TVRI menegaskan bahwa komitmen jangka panjang terhadap pembinaan atlet muda daerah lebih penting daripada sekadar perayaan euforia sesaat.

Piala Dunia 2026 mencatat sejarah baru sebagai edisi pertama yang menampilkan 48 tim nasional dengan total 104 pertandingan.

Masyarakat dapat mengakses seluruh tayangan pertandingan melalui aplikasi streaming Fola Play dengan paket berlangganan mulai Rp25 ribu.

>>> Jadwal Portugal di Piala Dunia 2026 Lengkap dengan Informasi Hak Siar TV

TVRI juga memberikan klarifikasi resmi mengenai hak siar digital. Manajemen menegaskan bahwa siaran turnamen ini tidak didistribusikan secara gratis melalui platform YouTube.