Samsung Kembangkan Sistem Pendingin Cair Aktif untuk Ponsel Galaxy
Samsung tengah mengembangkan sistem pendingin baru berbasis cairan aktif untuk mengatasi masalah penurunan performa akibat suhu panas pada lini ponsel Galaxy masa depan.
Langkah ini diambil karena chipset flagship saat ini masih rentan mengalami throttling performance saat suhu melonjak tinggi.
>>> Peneliti Austria Temukan FROST, Celah Keamanan Baru yang Mengintai Aktivitas Web Lewat SSD
Rencana pengembangan teknologi tersebut dilakukan melalui pembentukan tim riset khusus di Production Technology Research Institute.
Lembaga tersebut bertugas meneliti sejumlah teknik pendinginan aktif, termasuk metode liquid cooling dan air cooling.
Sistem liquid cooling bekerja dengan mengalirkan cairan dalam sirkulasi tertutup di dalam perangkat untuk menurunkan suhu.
Sementara itu, opsi air cooling yang mengandalkan udara dinilai cukup efektif, tetapi memiliki efek samping berupa bobot kipas yang berat dan suara bising.
Penerapan teknologi manajemen panas berbasis cairan dan udara sebenarnya bukan hal baru di industri ponsel pintar.
Beberapa vendor asal Tiongkok seperti Oppo dan Vivo sudah memasarkan perangkat dengan pendingin air cooling aktif.
>>> Google Rombak Total Tampilan Kotak Pencarian dengan AI
Lini ponsel gaming RedMagic dari Nubia bahkan telah menggabungkan metode liquid cooling dan air cooling.
Sebagian besar gawai buatan Samsung saat ini masih mengandalkan sistem pendingin vapor chamber.
Namun, laporan dari SamMobile pada Minggu (31/5/2026) menyebutkan bahwa chipset Exynos 2600 buatan Samsung kini sudah dibekali teknologi Heat Pass Block yang diklaim membuatnya lebih adem daripada Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Manajemen suhu yang optimal diproyeksikan menjadi fitur krusial pada ponsel kelas atas di masa mendatang.
Sistem ini tidak hanya mendongkrak keperluan bermain game, melainkan juga menopang kinerja pemrosesan kecerdasan buatan on-device yang membutuhkan performa stabil tanpa kendala pelambatan daya.
Hingga saat ini, laporan riset mengindikasikan bahwa teknologi pendingin aktif tersebut masih berada dalam tahap pengembangan awal.
>>> Slank, Yura Yunita, hingga Ella Mai Meriahkan Java Jazz Festival 2026
Belum ada informasi resmi mengenai model perangkat Galaxy spesifik yang akan mengadopsi sistem pendingin baru ini untuk pertama kalinya.
Update Terbaru
Investor Beralih ke Saham Luar Angkasa Alternatif Setelah Penurunan SpaceX
Jumat / 17-07-2026, 00:14 WIB
Wahana NASA New Horizons Bangun dari Hibernasi Terpanjang di Sabuk Kuiper
Jumat / 17-07-2026, 00:14 WIB
Pria Lumpuh Kembali Bisa Gerakkan Tangan dan Rasakan Sentuhan Berkat Implan Otak
Jumat / 17-07-2026, 00:14 WIB
Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Inggris Tersingkir
Jumat / 17-07-2026, 00:14 WIB
Film 'Odyssey' Karya Christopher Nolan Picu Perdebatan Akurasi Sejarah
Jumat / 17-07-2026, 00:12 WIB
xAI Gugat Pengguna yang Salahgunakan AI untuk Buat Konten Porno Anak
Jumat / 17-07-2026, 00:12 WIB
Zelenskyy Bela Pemecatan Menteri Pertahanan Ukraina
Jumat / 17-07-2026, 00:12 WIB
Groundbreaking LNG Abadi Masela Dimulai, Presiden Prabowo Dorong Percepatan Produksi
Jumat / 17-07-2026, 00:08 WIB
Citi Luncurkan Digital Depositary Receipts untuk Perusahaan Tertutup
Jumat / 17-07-2026, 00:08 WIB
41% Konsumen Indonesia Ganti Merek Mobil, Minat EV Tertinggi di Asia Tenggara
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB
Menuju Wajib Halal 2026, Menperin Agus Gumiwang Perkuat Daya Saing Industri Kemasan Nasional
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB
UE Desak Google Buka Akses Android untuk Chatbot AI Pesaing Gemini
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB
Ben Shapiro Beralih dari Kematian Lindsey Graham ke Promosi dalam Hitungan Detik
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB
Pipa Air Pecah, Jalanan West Hollywood Tergenang Banjir
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB







