Selepas lulus sekolah dasar pada 2000, ia merantau ke Jakarta. Sejak usia 13 tahun, ia bekerja sebagai asisten rumah tangga selama kurang lebih enam tahun.

Dalam masa tersebut, ia pernah menerima upah Rp100.000 per bulan. Bahkan, ada periode ketika ia tidak menerima gaji selama satu tahun karena majikannya membiayai pendidikannya.

Di sela pekerjaan, ia mengikuti program Kejar Paket B setara SMP, melanjutkan ke jenjang SMA, hingga meraih gelar D-3 di Bina Sarana Informatika.

Merintis Usaha hingga Bangun Brand Sendiri

Sebelum fokus di industri kecantikan, Erlyanie sempat bekerja sebagai Sales Promotion Girl, admin perusahaan kontraktor, dan staf kantor notaris. Ia juga pernah menjalankan usaha laundry kiloan yang bertahan sekitar empat tahun sebelum akhirnya tutup akibat persoalan internal.

Pengalaman berjualan online berbagai produk, termasuk elektronik dan kosmetik tanpa izin resmi, menjadi pelajaran penting tentang legalitas serta keamanan produk.

Pada 2017, ia mendirikan B Erl Cosmetics di bawah PT Mutiara Erly Sejahtera. Nama brand tersebut merupakan singkatan dari "Big" atau "Blessing" yang dimaknai sebagai berkah, serta "Erl" yang merujuk pada namanya.

Model bisnis kemitraan yang diterapkan membuat jaringan usahanya berkembang pesat. Saat ini, lebih dari 70.000 mitra tercatat bergabung, tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga ke Taiwan dan Singapura.

Kisah perjalanannya dari pekerja rumah tangga hingga pemilik brand kosmetik dengan puluhan ribu mitra turut menjadi sorotan di tengah kontroversi yang kini mengiringi namanya.