Polemik mencuat setelah pernyataan Erlyanie, pendiri B Erl Cosmetics, kembali beredar di media sosial. Dalam potongan video podcast yang viral, ia menyampaikan kebijakannya terkait model yang dapat bekerja sama dengan brand miliknya.

Erlyanie menyebut telah menetapkan aturan tertulis mengenai kriteria endorsement. Ia secara tegas menyatakan tidak menerima kerja sama dengan model LGBT.

"Siapa yang boleh, siapa yang nggak boleh itu aku tulis. Kalau di aku tuh nggak boleh endorse LGBT dan yang sebagainya untuk kayak bentuk kita tidak mendukung penyimpangan, sampai semua itu aku atur," ujarnya dalam tayangan tersebut.

Ia menambahkan bahwa ketentuan itu dituangkan secara rinci dan wajib dipahami seluruh mitra. Menurutnya, kebijakan tersebut dibuat untuk menjaga citra brand serta nilai yang diyakini dalam menjalankan usaha.

"Aku tulis itu tebel banget, Jadi semua mitra wajib baca itu, wajib tahu supaya pertama menjaga brand kita tetap baik, juga menjaga keberkahan bisnis ini gitu," katanya.

Pernyataan itu memantik perdebatan di platform X. Sebagian warganet menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk diskriminasi karena dianggap membatasi kelompok tertentu dalam promosi produk.

Menanggapi reaksi publik, Erlyanie menyampaikan klarifikasi melalui pernyataan tertulis pada Rabu, 17 Februari 2026.

"Saya Bunda Erlyanie selaku founder dari B erl Cosmetics sangat menghargai dan menormalisasi adanya perbedaan tapi tidak dengan penyimpangan, namun kami tidak membenci mereka justru kami mendoakan agar mereka sembuh jiwa raganya bahagia dunia akhirat dengan kodratnya masing-masing," tulisnya.

Dari Desa ke Dunia Bisnis

Di luar kontroversi yang berkembang, perjalanan hidup Erlyanie terbilang penuh lika-liku. Ia berasal dari Boyolali, Jawa Tengah, dan tumbuh di lingkungan sederhana dengan membantu orang tua bertani serta mencari kayu.