Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual Mohan Hazian hingga Klarifikasi dan Dampaknya

Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual Mohan Hazian hingga Klarifikasi dan Dampaknya

Mohan-Instagram-

Jakarta — Nama Mohan Hazian menjadi perbincangan luas di media sosial setelah muncul tudingan dugaan pelecehan dan kekerasan seksual yang menyeret dirinya. Polemik ini bermula dari sebuah utas panjang yang diunggah akun X @aarummanis pada Minggu, 8 Februari 2025.

Pemilik merek fesyen Thanksinsomnia sekaligus kreator konten tersebut disebut oleh pemilik akun bernama Saa dalam pengakuan yang viral. Dalam ceritanya, Saa mengaku mengalami peristiwa tidak menyenangkan saat terlibat pekerjaan sebagai talenta untuk sebuah merek lokal pada Mei 2025.

Pengakuan Awal Korban



Saa menjelaskan bahwa awalnya proses pemotretan berlangsung normal tanpa kejanggalan. Situasi berubah setelah sesi selesai, ketika ia mengira akan diajak makan bersama kru lain, namun justru dibawa kembali ke lokasi dan ditinggalkan berdua dengan sosok berinisial M.

Dalam utas tersebut, ia menguraikan dugaan tindakan tidak senonoh yang dilakukan terduga pelaku. Meski telah menolak dan berusaha melawan, Saa menyebut tindakan agresif tetap berlangsung.

“Saya pada saat itu 90% yakin saya akan diperkosa,” tulisnya.


Ia juga menyatakan sempat bersikap kooperatif karena merasa terancam dan terpojok. Menurutnya, tekanan fisik dan emosional yang dialami membuatnya berada dalam kondisi panik dan ketakutan.

Korban Lain Mengaku

Setelah kesaksiannya ramai dibicarakan, sejumlah pihak lain disebut menghubungi Saa dan mengaku mengalami perlakuan serupa. Beberapa di antaranya menyampaikan cerita secara anonim.

Salah satu pengakuan datang dari seseorang yang disebut masih berusia 17 tahun. Saa menyebut hingga kini lebih dari tujuh orang telah menghubunginya untuk berbagi pengalaman.

“3 korban lainnya udah ngehubungin aku. Ini cerita dari salah satu korban yang mau berbagi cerita. Dia umurnya 17 tahun. Hatiku makin hancur pas tahu kalo bukan cuma aku (korbannya),” tulis Saa.

Ia juga menuliskan bahwa dirinya berusaha bertahan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi para korban lain yang merasa mengalami hal serupa.

Kerja Sama Dihentikan Sejumlah Pihak

Dugaan tersebut berdampak langsung pada sejumlah kerja sama profesional Mohan Hazian. Beberapa pihak menyatakan penghentian kolaborasi secara terbuka.

Penerbit Shira Media pada 8 Februari 2025 mengumumkan penghentian seluruh aktivitas komersial terkait karya Mohan Hazian. Pihak penerbit memastikan tidak lagi melakukan promosi maupun distribusi, serta berencana menarik buku yang beredar di mitra penjualan.

Shira Media menyampaikan dukungan terhadap proses investigasi yang adil dan transparan. Mohan diketahui memiliki dua buku yang diterbitkan penerbit tersebut, yakni Goresan Seorang Berandal (2022) dan Memulai Bisnis Kecil di Internet (2022).

Agensi USS juga menyatakan penghentian keterlibatan Mohan sebagai talenta program JOHAN di kanal YouTube mereka. Seluruh konten terkait disebut telah dihapus dari berbagai platform.

Tak hanya itu, manajemen Thanksinsomnia mengumumkan bahwa Mohan Hazian tidak lagi memiliki keterlibatan operasional maupun profesional dengan merek tersebut.

Klarifikasi Awal dan Rencana Konferensi Pers

Di tengah tekanan publik, Mohan sempat mengunggah video klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya. Video tersebut kemudian dihapus.

Ia menyatakan klarifikasi bukan bentuk pengakuan atas tuduhan yang beredar. Mohan menilai narasi yang berkembang telah berdampak besar terhadap reputasi dirinya dan keluarga.

“Intinya, semua tuduhan yang dituduhkan ini adalah tuduhan yang tidak berdasar,” ujarnya.

Mohan awalnya berencana menggelar konferensi pers pada Selasa, 10 Februari 2025 pukul 08.00 WIB untuk menjelaskan persoalan tersebut.

Tanggapan Kreator Konten

Kasus ini turut memancing respons dari sejumlah kreator konten, termasuk Dokter Tirta. Melalui akun X miliknya, ia menyampaikan kritik terhadap klarifikasi yang disampaikan Mohan.

“Sebagai orang yang mengenal sampean di skena brand lokal, jujur klarifikasi ente ngeselin. Circlenya juga mengecewakan. Terkesan Mewajarkan,” tulisnya.

Ia juga menegaskan bahwa dalam kasus pelecehan seksual, bukti fisik tidak selalu mudah ditemukan secara langsung.

“Ga semua pelecehan itu harus ada sperma (bukti). Itu masalahnya,” tulis Dokter Tirta.

Konferensi Pers Dibatalkan, Rilis Pernyataan Tertulis

Rencana konferensi pers akhirnya dibatalkan. Mohan memilih menyampaikan klarifikasi melalui pernyataan tertulis yang diunggah pada Selasa sekitar pukul 10.30 WIB.

Dalam pernyataan tersebut, ia meminta maaf atas keterlambatan respons dan mengakui membutuhkan waktu untuk memahami situasi yang terjadi.

“Saya, Mohan Hazian, seorang suami dan bapak dari anak saya. Mohon maaf jika saya membutuhkan waktu mencerna semua situasi ini, dan akan menjadi pelajaran berharga bagi saya pribadi,” tulisnya.

Mohan secara tegas membantah tuduhan pemerkosaan yang ramai dibicarakan. Ia menyebut dirinya bukan seperti yang dituduhkan.

“Namun yang harus saya garis bawahi saya tidak seperti yang dituduhkan, saya bukan seorang pemerkosa dan saya tidak pernah memperkosa siapapun,” tulisnya.

Ia juga mengakui pernah melakukan kesalahan pribadi di masa lalu yang berdampak pada keluarganya. Menurutnya, kesalahan tersebut merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak berkaitan dengan pihak lain di sekitarnya.

Mohan menyatakan siap menerima berbagai konsekuensi yang muncul akibat polemik ini sebagai bagian dari proses pembelajaran dalam hidupnya.

Sumber:

l3

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya