LINK Video Nay TikTok 5 Menit Ramai Dicari, Ini Fakta di Balik Isu Blunder yang Viral
Video NAY--
Jagat TikTok kembali diramaikan dengan kemunculan kata kunci “Nay TikTok 5 menit” yang mendadak trending dalam beberapa hari terakhir. Narasi yang beredar menyebut adanya video berdurasi lima menit yang diklaim sebagai blunder.
Sejumlah unggahan dengan caption provokatif seperti “blunder lagi” dan “video 5 menitnya sudah lihat?” bermunculan di beranda pengguna. Frasa tersebut memicu rasa penasaran dan mempercepat penyebaran isu.
Penelusuran Isi Video
Berdasarkan hasil penelusuran di TikTok, konten yang beredar mayoritas berupa video pendek hasil editan dan kumpulan foto. Tidak ditemukan rekaman berdurasi lima menit seperti yang ramai dibicarakan.
Dalam video yang tersebar, terlihat sosok perempuan berambut panjang berpose santai mengenakan kaus krem maupun atasan abu-abu dengan latar dinding bernuansa merah muda.
Mayoritas konten menggunakan template CapCut serta menyertakan tagar populer seperti #fyp untuk menjangkau audiens lebih luas. Unggahan tersebut dengan cepat mengumpulkan puluhan hingga ratusan tanda suka.
Strategi Narasi Blunder
Istilah “blunder” kerap dipakai di media sosial untuk menggambarkan kesalahan atau momen memalukan. Dalam kasus ini, narasi tersebut lebih banyak muncul di bagian caption dan komentar, bukan pada isi video.
Pola unggahan juga terlihat seragam. Beberapa akun dengan nama serupa mengunggah konten berulang, lalu menyisipkan tautan yang diklaim sebagai versi lengkap.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana narasi yang belum terverifikasi dapat dengan cepat menyebar dan membentuk persepsi publik.
Waspadai Tautan Tidak Jelas
Seiring meningkatnya pencarian, sejumlah link juga dibagikan melalui kolom komentar maupun bio akun tertentu. Pengguna disarankan berhati-hati sebelum mengakses tautan yang tidak jelas asal-usulnya.
Link semacam ini berpotensi mengarah ke situs meragukan yang dapat mengancam keamanan data pribadi.
Belum Ada Pernyataan Resmi
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang dikaitkan dengan isu video lima menit tersebut. Konten yang beredar masih didominasi unggahan akun pihak ketiga dengan klaim yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Publik diimbau tetap bijak menyaring informasi dan tidak ikut menyebarkan kabar yang belum terkonfirmasi.