Gus Ipul Ungkap Hasil DTSEN, Angka Bansos Salah Sasaran Turun Drastis
Pemerintah terus memperkuat strategi pengentasan kemiskinan dengan menitikberatkan pada akurasi data dan pemanfaatan sistem digital dalam penyaluran bantuan sosial. Langkah ini dinilai krusial agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, peran pemerintah desa menjadi kunci utama dalam menjaga ketepatan data penerima bantuan. Menurutnya, persoalan bansos tidak tepat sasaran selama ini banyak dipicu oleh data yang tidak mutakhir.
Pembaruan DTSEN Harus Dilakukan Secara Berkelanjutan
Mensos mengimbau seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari pusat hingga desa, agar aktif memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional secara rutin. Pembaruan data tidak boleh lagi bersifat insidental, melainkan harus menjadi proses yang berjalan setiap hari.
Ia menjelaskan bahwa data DTSEN akan dipublikasikan secara berkala setiap tiga bulan. Di sisi lain, masyarakat juga diberikan ruang untuk mengajukan usulan maupun keberatan melalui platform digital yang telah disiapkan pemerintah.
Menurutnya, ketika data benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan, maka program bantuan yang disalurkan akan lebih tepat sasaran dan minim kesalahan.
Uji Coba DTSEN Tunjukkan Hasil Signifikan
Penerapan penyaluran bansos berbasis DTSEN yang sebelumnya diuji coba di Banyuwangi menunjukkan hasil yang cukup menonjol. Setelah dinilai berhasil, skema ini kini diperluas ke 40 kabupaten dan kota.
Hasil evaluasi menunjukkan penurunan signifikan tingkat kesalahan penyaluran. Jika sebelumnya ketidaktepatan penerima mencapai 77 persen, setelah menggunakan DTSEN angkanya turun menjadi sekitar 28 persen.
Pemerintah menargetkan tingkat kesalahan tersebut dapat ditekan lebih jauh hingga di bawah 10 persen, bahkan diupayakan mendekati 5 persen pada tahap selanjutnya.
Saluran Aduan Dibuka untuk Publik
Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, Kementerian Sosial menyediakan berbagai saluran pengaduan yang dapat diakses masyarakat kapan saja. Mekanisme ini bertujuan memastikan tidak ada warga rentan yang terlewat hanya karena kendala administrasi.
Update Terbaru
10 Alasan Sistem Pendidikan Finlandia Jadi yang Terbaik di Dunia
Sabtu / 27-06-2026, 16:16 WIB
Aldi Taher Buka Gerai Ayam Goreng Basah, Target Ekspansi hingga Makkah
Sabtu / 27-06-2026, 16:16 WIB
vivo TWS 5 Pro Resmi dengan ANC 60dB, DAC Hi-Fi, dan Baterai 50 Jam
Sabtu / 27-06-2026, 16:16 WIB
Cara Cek BPJS PBI Aktif atau Tidak Tahun 2026 Lewat HP
Sabtu / 27-06-2026, 16:16 WIB
Pemutihan BPJS Kesehatan dan Program REHAB, Ini Perbedaan serta Syarat Lengkapnya
Sabtu / 27-06-2026, 16:16 WIB
Transfer ke Arsenal Bikin Declan Rice Naik Level, Calon Kapten Inggris
Sabtu / 27-06-2026, 16:11 WIB
Prancis Hancurkan Norwegia 4-1, Dembélé Cetak Hattrick
Sabtu / 27-06-2026, 16:07 WIB
Cara Cek Pencairan 2 Jenis Bantuan Sosial Tambahan yang Masuk ke Rekening Juni 2026
Sabtu / 27-06-2026, 16:07 WIB
10 Aplikasi Penghasil Uang Terpercaya Cair ke DANA di 2026
Sabtu / 27-06-2026, 16:06 WIB
Israel Akan Tarik Pasukan dari Dua Wilayah di Lebanon
Sabtu / 27-06-2026, 16:01 WIB
Daftar 27 Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Tersisa 5 Tiket
Sabtu / 27-06-2026, 16:01 WIB
Vivo X300 vs X300 Ultra: Pilih Flagship Compact atau Premium?
Sabtu / 27-06-2026, 16:01 WIB
Fakta dan Sebaran 5 Peserta Latsarmil Kopdes/Kampung Nelayan yang Meninggal
Sabtu / 27-06-2026, 16:01 WIB
Menkomdigi Imbau Waspada Aplikasi Kencan Usai Viral Kasus Penyiksaan YTR
Sabtu / 27-06-2026, 16:00 WIB






