Situasi tersebut mendorong MSCI menghapus saham Rusia dari indeks Emerging Market. Bobot Rusia praktis menjadi nol dan memicu arus keluar dana besar dari investor pasif maupun aktif.

Sampai saat ini, Rusia masih berstatus Standalone Market tanpa kejelasan waktu untuk kembali ke klasifikasi sebelumnya.

Maroko Turun Permanen karena Likuiditas Lemah

Maroko diturunkan kelas akibat lemahnya likuiditas pasar yang berlangsung lama. Selama beberapa tahun, pasar saham Maroko gagal memenuhi uji likuiditas Emerging Market.

Reklasifikasi ini memicu keluarnya dana Emerging Market, sementara arus masuk dari dana frontier dinilai tidak sebanding. Hingga kini, Maroko tetap berada dalam indeks Frontier Market.

India Jadi Contoh Reformasi Berhasil

Berbeda dari negara-negara tersebut, India justru berhasil memperbaiki posisi dalam indeks MSCI. Masalah kepemilikan saham publik yang rendah diatasi lewat reformasi pasar modal secara bertahap.

Regulator menerapkan kewajiban kepemilikan saham publik minimum, mendorong divestasi perusahaan milik negara, meningkatkan transparansi, serta melonggarkan batas kepemilikan asing.

Hasilnya, bobot India dalam indeks Emerging Market meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Arus investasi asing pun menguat, bahkan muncul wacana bahwa India berpotensi naik ke kategori pasar maju dalam jangka panjang.

Pelajaran bagi Pasar Berkembang

Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa ukuran pasar, likuiditas, aksesibilitas, serta kepatuhan terhadap standar internasional menjadi faktor kunci dalam penilaian MSCI.

Reklasifikasi bukan sekadar perubahan label, melainkan dapat berdampak langsung pada arus modal, likuiditas, dan daya tarik pasar di mata investor global.