Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,98 persen atau terkoreksi 60,45 poin ke level 6.116 pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026 di Jakarta.

Pelemahan ini dipicu oleh sikap pelaku pasar yang cenderung berhati-hati menjelang pengumuman klasifikasi pasar modal global MSCI.

in1

>>> Profil Alireza Beiranvand: Pemilik 2 Rekor Guinness yang Bikin Belgia Gigit Jari di Piala Dunia 2026

Selain itu, investor juga mencermati hasil tinjauan S&P Global Standards terhadap peringkat Indonesia.

Faktor Eksternal dan Internal

Menurut riset Phintraco Sekuritas, IHSG sempat masuk ke zona hijau pada awal sesi perdagangan, namun tekanan jual menekan indeks hampir sepanjang hari hingga penutupan.

Investor cenderung bersikap wait and see menjelang pengumuman MSCI mengenai Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026, untuk memastikan apakah Indonesia masih di kelas Emerging Market.

Faktor internal berupa ketidakpastian implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) turut membayangi pergerakan pasar saham.

>>> Cara Rakit PLTS untuk Rumah Mulai Banyak Dicari Saat Pemadaman Listrik Bergilir Terjadi

Nilai tukar rupiah juga ikut melemah 0,22 persen ke posisi Rp17.843 per dolar Amerika Serikat.

Penurunan terdalam terjadi pada sektor bahan baku sebesar 2,49 persen, sedangkan sektor energi menjadi penahan kejatuhan indeks dengan menguat 1,47 persen.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi bursa mencapai Rp13,42 triliun dengan volume 20,70 miliar saham yang diperdagangkan melalui frekuensi sebanyak 1,69 juta kali.

>>> Ralf Rangnick Akui Argentina Tanpa Kelemahan Jelang Laga Piala Dunia

Secara teknikal, posisi penutupan IHSG berada di bawah rata-rata pergerakan lima hari (MA5), namun indeks masih sanggup bertahan di atas level MA10 dan MA20.