Profil Tampang Anik Fatul Fauziah Tersangka Kasus Makanan Kedaluwarsa yang Sebabkan Ratusan Jemaah di Kediri Keracunan, Lengkap dari Umur, Agama dan Akun IG
Hasil investigasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan bahwa makanan yang dikonsumsi oleh jemaah terkontaminasi oleh bakteri Bacillus cereus dan Staphylococcus, dua jenis bakteri yang sangat berbahaya. Bacillus cereus, jika tertelan dalam jumlah besar, dapat menyebabkan keracunan serius bahkan kematian.
"Dari enam sampel makanan yang kami periksa, semuanya mengandung bakteri Bacillus cereus, dan ada satu makanan yang juga mengandung Staphylococcus. Kedua bakteri ini berbahaya dan bisa berakibat fatal jika dikonsumsi dalam jumlah besar," ungkap Tito Veriyanto, Ketua Tim Pemeriksa BPOM Kediri, dalam konferensi pers yang diadakan pada Jumat (11/10/2024).
Modus Operandi dan Motif Tersangka
Kapolres Kediri, AKBP Bimo Ariyanto, menjelaskan bahwa Anik telah menjalankan praktik penjualan makanan dan minuman kedaluwarsa selama enam bulan terakhir. Motif utama di balik aksinya ini tidak lain adalah mencari keuntungan pribadi. Anik dengan sengaja menghapus label kedaluwarsa pada produk yang sudah tidak layak konsumsi agar bisa kembali dijual kepada masyarakat tanpa mereka sadari.
"Tersangka AFF melakukan tindakan ini semata-mata untuk meraup keuntungan lebih dengan menjual makanan dan minuman yang seharusnya sudah tidak boleh dikonsumsi. Ia menghapus label kedaluwarsa agar barang-barang tersebut terlihat masih layak dan bisa dijual di pasaran," ujar AKBP Bimo Ariyanto dalam keterangan resminya.
Pihak kepolisian kini terus mendalami dari mana asal muasal produk kedaluwarsa tersebut. Dugaan sementara, Anik mendapatkan produk-produk itu dari distributor yang juga terlibat dalam praktik ilegal. Penyelidikan ini pun diharapkan bisa mengungkap jaringan lebih besar di balik kasus ini, yang bisa saja melibatkan pihak-pihak lain.
Dampak pada Korban dan Langkah Lanjutan
Kejadian keracunan massal ini terjadi pada Selasa malam, 1 Oktober 2024, ketika ratusan jemaah pengajian di Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, tanpa sadar mengonsumsi makanan yang berbahaya. Akibatnya, banyak di antara mereka mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, pusing, hingga pingsan, yang membuat suasana pengajian berubah menjadi kepanikan.
Update Terbaru
Wow! Pembahasan Lookism Chapter 616 Bahasa Indonesia, Ada Kejutan Besar!
Kamis / 16-07-2026, 23:05 WIB
Argentina Protes Kapal Perang Inggris Masuk Wilayah Malvinas
Kamis / 16-07-2026, 22:57 WIB
Bahlil Proyeksikan Blok Masela Sumbang Rp680 Triliun ke Kas Negara
Kamis / 16-07-2026, 22:57 WIB
Pau Cubarsi Viral: Dari JIS ke Final Piala Dunia 2026
Kamis / 16-07-2026, 22:57 WIB
Resmi Gabung IFSWF, Pandu Sjahrir Sebut Danantara Bakal Bangun Standar Berkelas Dunia
Kamis / 16-07-2026, 22:57 WIB
Kelompok Tani Totoran Hasilkan 958 Kg Kepiting Soka, Tembus Pasar Domestik dan Ekspor
Kamis / 16-07-2026, 22:56 WIB
Kemendikdasmen Majukan Pendaftaran TKA SMA, Sekolah Punya Waktu Persiapan Lebih Panjang
Kamis / 16-07-2026, 22:56 WIB
Komdigi: Layanan Digital Pemerintah Wajib Ramah Disabilitas
Kamis / 16-07-2026, 22:56 WIB
Trump: Ford dan GM Bahas Alih Pabrik Mobil untuk Produksi Senjata
Kamis / 16-07-2026, 22:56 WIB
Presiden FIFA Kirim Pesan ke Lionel Messi Cs usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026
Kamis / 16-07-2026, 22:38 WIB
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
Kamis / 16-07-2026, 22:38 WIB
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
Kamis / 16-07-2026, 22:38 WIB
Tuchel Bela Diri Usai Inggris Dibungkam Argentina: Lolos Semifinal Piala Dunia Sudah Prestasi
Kamis / 16-07-2026, 22:37 WIB
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Mengganggu Kesuburan Wanita
Kamis / 16-07-2026, 22:37 WIB







