Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan tawaran pekerjaan sekaligus bantuan tempat tinggal kepada Fiktor Harefa (27), seorang security proyek MRT di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Tawaran itu muncul setelah Fiktor mengaku mengalami intimidasi dari oknum aparat saat menjalankan tugas. Sebelumnya, ia viral karena berani menegur pengemudi mobil Alphard yang menerobos lampu merah.

>>> Destry Damayanti Jadi Plt Gubernur BI, Total Kekayaan Capai Rp100 Miliar

Dalam pertemuan dengan Dedi, Fiktor menyampaikan keinginannya kembali bekerja di Bandung. Ia memiliki KTP Bandung dan berdomisili di kawasan Pasteur.

"Saya penginnya balik lagi ke Bandung, Pak, kerja di sini," ungkap Fiktor.

Dedi langsung menawarkan posisi security di Gedung Sate dengan upah setara UMK. "Mau enggak jadi sekuriti di Bandung?

Misalnya di Gedung Sate, kan sama juga UMK-nya. Mau?"

kata Dedi.

>>> IPOT: IHSG dalam Konsolidasi, Target 6.700 Butuh Katalis Ini

Fiktor langsung menjawab "Mau" dan menerima tawaran tersebut.

Dedi juga meminta Fiktor tidak takut menghadapi tekanan dari oknum aparat di masa depan. Ia meyakinkan bahwa jajaran Polda Jabar akan memproses anggotanya yang bersalah sesuai hukum.

Meski persoalan sebelumnya telah diselesaikan secara kekeluargaan di Polres Metro Menteng, Dedi meminta proses disiplin internal tetap berjalan.

Selain pekerjaan, Dedi memberikan bantuan biaya kontrakan selama satu tahun sebesar Rp10 juta. "Biaya kontrakannya selama setahun nanti saya bayarin duluan.

Saya kasih Rp10 juta buat kontrakan, cukup kan?" ujar Dedi.

>>> dr. Siti Zahra Maghfira Anaknya Siapa? Inilah Sosok Alumni Berprestasi Fakultas Kedokteran Unhas, Wafat Saat Menjalani Program Internship di Jakarta, Bukan Orang Sembarangan?

Dedi berharap bantuan ini membuat Fiktor bisa bekerja dengan tenang di daerah asalnya dan tidak kehilangan keberanian setelah mengalami trauma di Jakarta.