>>> Kejagung Ungkap Alasan Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan

Dalam kesempatan tersebut, Bank Mandiri Taspen juga memperkenalkan sejumlah produk pembiayaan.

Antara lain Kredit Mantap Prapensiun, Kredit Mantap Pensiun, dan Kredit Mantap bagi pegawai aktif melalui skema kerja sama maupun fasilitas payroll.

Pentingnya Literasi Keuangan

Akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Dian Purnomo Jati, menilai peningkatan literasi keuangan menjadi langkah penting. Hal ini agar masyarakat mampu membedakan produk keuangan resmi dengan investasi ilegal.

Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan masyarakat adalah memastikan produk berasal dari lembaga jasa keuangan yang memiliki izin dan berada di bawah pengawasan regulator.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan kanal resmi OJK untuk memverifikasi legalitas lembaga maupun produk yang ditawarkan.

“Pastikan benar berasal dari lembaga keuangan yang bersangkutan. Jangan hanya melihat imbal hasilnya, tetapi cek juga aspek legalnya,” kata Dian.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mencermati kewajaran imbal hasil yang ditawarkan.

Sebagai gambaran, bunga deposito perbankan umumnya berkisar 2,5%-4% per tahun, sedangkan deposito BPR berkisar 5%-6% per tahun.

Menurut Dian, penawaran keuntungan yang jauh melebihi kisaran tersebut patut diwaspadai karena dapat menjadi indikasi investasi ilegal.

Ia mengimbau masyarakat menerapkan prinsip 2L, yakni legal dan logis, sebelum memutuskan menggunakan suatu produk keuangan.

“Kalau ada yang menawarkan imbal hasil fantastis, jangan langsung percaya. Pastikan dulu legalitasnya dan pahami bisnis prosesnya.

>>> Kredit Rp2.575 Triliun Menganggur di Bank, Ini Penjelasan OJK

Investasi yang sehat menawarkan keuntungan yang logis, bukan janji keuntungan pasti tanpa risiko,” ujarnya.