Perceraian pengusaha Korea Selatan Chey Tae Won telah lama menjadi sorotan publik. Chairman SK Group itu harus membayar angka fantastis akibat perseteruannya dengan mantan istri.

Pengadilan memerintahkan Chey membayar Rp 11 triliun secara tunai kepada mantan istrinya, Roh Soh Yeong. Kasus ini disebut sebagai 'perceraian abad ini'.

>>> 3 Kesalahan Menyimpan Makanan yang Bikin Kulkas Jadi Sarang Bakteri

Miliarder AI Chey Tae Won disebut menghancurkan pernikahannya setelah memiliki anak dari wanita lain.

Roh menuntut Chey 10 tahun lalu, dan putusan pengadilan menetapkan Chey membayar $645 juta (Rp 11,5 triliun), lebih rendah dari tuntutan awal $1 miliar (Rp 16,3 triliun).

Putusan ini diharapkan mengakhiri perseteruan yang berlangsung selama satu dekade. Kasus ini juga melibatkan perselingkuhan, keluarga mantan presiden, hingga dugaan dana gelap.

Chey Tae Won membangun sebagian besar kekayaannya melalui ledakan AI berkat saham SK Hynix, pemasok utama Nvidia.

Kekayaan pria 65 tahun itu diperkirakan mencapai $5 miliar (Rp 89 triliun). Mantan istri menuntut setengahnya, namun pengadilan banding hanya memberikan sepertiga.

Pengacara Chey mengatakan mereka sedang meninjau keputusan tersebut dan tidak menutup kemungkinan mengajukan banding ke Mahkamah Agung Korea Selatan.

Awal Perseteruan

Perseteruan ini berawal dari pengakuan publik Chey pada 2015.

Dalam surat setebal tiga halaman, ia mengumumkan ingin 'akhir yang bersih' dari pernikahan 27 tahun dan mengaku jatuh cinta dengan wanita lain.

>>> Siapa Anak dan Istri M Basri? Legenda Pemain dan Pelatih Timnas Indonesia yang Meninggal Dunia, Bukan Orang Biasa?

Chey dan Roh, putri mantan Presiden Korea Selatan Roh Tae Woo, menikah di Gedung Biru kepresidenan pada 1988.