Kulkas berfungsi menjaga makanan tetap segar dan aman dikonsumsi lebih lama.

Namun, jika cara penyimpanannya kurang tepat, lemari es bisa menjadi sarang bakteri yang justru mempercepat makanan basi hingga meningkatkan risiko keracunan makanan.

>>> Siapa Anak dan Istri M Basri? Legenda Pemain dan Pelatih Timnas Indonesia yang Meninggal Dunia, Bukan Orang Biasa?

Menurut Prof. Madya Dr. Nguyen Duy Thinh dari Institute of Biotechnology and Food, Hanoi University of Science and Technology, kebiasaan menyimpan makanan yang keliru dapat mengancam kesehatan keluarga.

Berikut beberapa kesalahan yang harus dihindari.

1. Mengisi Freezer atau Kulkas Terlalu Penuh

Membekukan makanan memang dapat membantu mempertahankan nilai gizi, kualitas, dan cita rasanya. Tapi bukan berarti makanan bisa disimpan tanpa batas waktu.

"Pembekuan dapat membantu menjaga kandungan gizi, kualitas, dan rasa berbagai jenis makanan.

Namun, lama penyimpanan yang aman bergantung pada suhu, jenis makanan, apakah mentah atau sudah diolah, serta bentuk penyimpanan daging, utuh atau cincang," ujar Dr. Nguyen Duy Thinh, seperti dilansir VN Express.

Makanan beku sebaiknya disimpan pada suhu stabil di bawah -18 derajat Celsius.

Jika disimpan terlalu lama, kualitas makanan akan menurun dan berpotensi menghasilkan zat berbahaya yang dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, infeksi, hingga keracunan makanan.

Selain itu, kulkas atau freezer yang terlalu penuh membuat udara dingin tidak dapat bersirkulasi secara merata.

Akibatnya, makanan lebih cepat rusak dan risiko kontaminasi silang antarbahan makanan ikut meningkat.

2. Tetap Menyimpan Makanan yang Sudah Berjamur

Sebagian orang memilih memotong bagian roti, sayuran, atau nasi yang berjamur, lalu mengonsumsi sisanya. Padahal, cara ini tidak disarankan.