Anime STEEL BALL RUN, adaptasi dari bagian ke-7 manga JoJo's Bizarre Adventure karya Hirohiko Araki, telah memulai debutnya dengan 1st STAGE pada 19 Maret 2026 di Netflix.

Kini, 2nd dan 3rd STAGE dijadwalkan rilis mingguan mulai 25 September 2026.

>>> Peringkat Anime Musim Panas 2026 Pekan Ketiga: Tanya the Evil II Kembali ke Puncak

Dalam kesempatan wawancara di Anime Expo 2026, Yugo Kanno, komponis musik yang telah bekerja sejak Stardust Crusaders, dan Noriko Dohi, produser yang bergabung sejak Golden Wind, mengungkapkan proses kreatif di balik serial ini.

Perjalanan Mengenal JoJo

Dohi mengaku pertama kali berkenalan dengan JoJo saat bekerja pada Golden Wind. Ia tidak mengenal serial itu sebelumnya, namun kini menganggapnya sebagai pengalaman luar biasa.

Kanno pertama kali membaca JoJo di Weekly Shonen Jump saat SD. Ia kesulitan memahami beberapa konten, tetapi semakin memahaminya saat SMP, terutama saat Part 3 Stardust Crusaders.

Musik dan Gaya Khas Setiap Bagian

Kanno menjelaskan bahwa untuk STEEL BALL RUN, ia memfokuskan pada tema pertumbuhan dua karakter utama dan balapan lintas benua.

Ia mencari kata kunci inti cerita sebelum menciptakan musik.

Pengaruh jazz dan funk tetap hadir, karena menurut Kanno, gaya JoJo yang penuh otot dan fashionable tidak bisa diungkapkan hanya dengan rock atau klasik.

Ia tumbuh dengan musik jazz dari koleksi piringan hitam orang tuanya.

Untuk STEEL BALL RUN, Kanno juga memasukkan elemen western dan musik balapan. Ia menyisipkan suara putaran bola (ball spin) di beberapa bagian soundtrack.

>>> Yunchan Lim dan Sohn Min-soo Tampilkan Konser Dua Piano di Seoul