Di tengah hiruk pikuk Jakarta, tepatnya di Kebagusan, Pasar Minggu, terdapat sebidang lahan hijau yang dikelola oleh komunitas Tani Kota Sejati-58 Kebagusan.

Suasana di sana sangat kontras dengan lingkungan perkotaan. Pepohonan rindang, suara ayam berkokok, dan gemericik air kolam menyambut setiap pengunjung.

>>> Ketergantungan pada Marketplace Mulai Dipertanyakan, Saatnya Melirik Alternatif Baru

Ali, salah satu anggota komunitas, memperkenalkan aneka tanaman yang dibudidayakan. Ia menunjukkan kacang merah organik yang baru dipanen.

"Ini kacang merah semua, enggak yang merah satu-satu. Kalau dijual di pasaran bisa mahal," ujarnya sambil memperlihatkan hasil panen.

>>> TPM Bakal Jadi Syarat Wajib untuk KMS Mulai Windows Server Berikutnya

Bau Tak Sedap Jadi Awal Mula

Andhi, penggerak komunitas, menceritakan bahwa lahan ini dulunya adalah tempat pembuangan sampah liar. Puing-puing rumah tangga, sampah organik dan anorganik memenuhi kawasan tersebut.

Ia mengaku sebagai pendatang baru di wilayah itu saat pandemi COVID-19. Kondisi work from home mendorongnya untuk mengubah lahan kumuh menjadi kebun produktif.

>>> Epic Games Store Bagi Game Gratis Lagi! Minggu Ini Kamu Bisa Klaim Foretales

Kini, lahan tersebut dipenuhi pepohonan, tanaman sayur, dan kolam ikan. Komunitas Tani Kota Sejati-58 Kebagusan menjadi contoh nyata urban farming di ibu kota.