"Pertama dan terpenting, kami sangat menyesal atas orang-orang yang telah tersinggung dan terluka, dan kami tidak pernah bermaksud untuk tidak menghormati atau melakukan diskriminasi terhadap siapa pun," tulis Entourage.

Mereka menjelaskan, Entourage dibangun sebagai komunitas bagi para digital nomad yang baru datang di Bali. Mereka hanya ingin menghubungkan para digital nomad melakukan aktivitas menyenangkan bersama.

Digital nomad adalah sebutan untuk orang yang bekerja secara remote dan tidak terikat harus berkantor, sehingga bisa hidup berpindah-pindah tempat sambil bekerja.

Menurutnya, menjadi digital nomad tidak didefinisikan oleh kewarganegaraan. Pihaknya mengklaim kegiatan yang digelar Entourage bersifat terbuka.

Misalnya, klub lari yang mereka buat pada umumnya gratis dan terbuka untuk semua orang tanpa perlu pendaftaran.

Sementara, acara khusus pada Rabu (22/7) lalu yang menuai kritik adalah event Disco Silent Run, acara berbayar pertama.

Dalam event tersebut, peserta WNI merupakan mayoritas dengan persentase mencapai 25 persen. Namun, mereka mengaku menghadapi masalah teknis dalam persetujuan otomatis untuk grup WhatsApp dan acara non-aktif.

"Meskipun kami mencoba menciptakan tempat di mana para digital nomad dapat bertemu, terjadi bias yang menyebabkan beberapa (dan bukan semua) nomor +62/orang Indonesia ditolak secara tidak benar," katanya.

Kini, Entourage telah menghentikan semua acara dan kegiatan. Mereka mengaku bertanggung jawab atas kekeliruan dan tudingan diskriminasi kepada WNI.

"Kami menghentikan sementara semua acara dan kegiatan kami.

>>> Cara Hapus Data Pribadi dari Pencarian Google

Kami bertanggung jawab penuh atas apa yang telah terjadi dan berjanji akan melakukan perubahan nyata ke depannya," katanya.