>>> Dudung KSP Tegaskan TNI Hanya Dampingi, Tak Ikut Tagih Pajak

"Ekosistem-ekosistem ini saling melengkapi dan turut menopang penyaluran program prioritas nasional, mulai dari pembiayaan proyek strategis pemerintah, penguatan daya saing pelaku usaha, hingga perluasan akses finansial bagi UMKM dan masyarakat.

Ini mencerminkan komitmen Bank Mandiri untuk terus hadir sebagai ekosistem penggerak ekonomi negeri, dari kota besar hingga ke pelosok daerah," kata Riduan.

Kualitas Aset Terjaga dan Digital Banking Tumbuh

Bank Mandiri menjaga kualitas aset di tengah ekspansi bisnis.

Rasio kredit bermasalah (NPL) gross bank only membaik menjadi 0,98 persen per Juni 2026 dari periode yang sama tahun lalu.

Cost of Credit (CoC) turun menjadi 0,52 persen, sedangkan rasio pencadangan atau NPL Coverage Ratio tercatat 242 persen.

Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) bank only turun menjadi 57,6 persen, membaik 6,2 poin persentase secara tahunan.

Penguatan bisnis juga ditopang layanan digital. Hingga Juni 2026, aplikasi Livin' by Mandiri memiliki sekitar 41 juta pengguna, naik 24,3 persen (yoy).

Kopra by Mandiri melayani sekitar 354 ribu pengguna, tumbuh 26,8 persen, dengan 84 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.

Riduan menegaskan fundamental yang kuat akan menjadi modal Bank Mandiri untuk terus memperluas penetrasi ekosistem bisnis sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

"Fundamental yang kokoh ini menjadi bekal kami untuk terus tumbuh, memperdalam penetrasi ekosistem Mandiri Group, serta menghadirkan layanan finansial yang menyeluruh bagi masyarakat dan pelaku usaha.

>>> PM Modi Janji Hukum Berat Pelaku Kebocoran Soal Ujian di India

Dengan begitu, kami optimistis Bank Mandiri akan terus menjadi pemimpin nasional sejalan dengan visi The Best Financial Institution in Southeast Asia, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.