Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) kembali menggelar BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Mengusung tema "Ulos Simetria", ajang fesyen ke-14 ini menjadikan kain ulos sebagai inspirasi utama berbagai koleksi busana.

>>> Kasus Kematian dr Icha Naik ke Penyidikan, Polda NTT Temukan Dugaan Tindak Pidana

Tema tersebut merepresentasikan harmoni antara warisan budaya nusantara dan kreativitas kontemporer.

Ulos tidak hanya dipandang sebagai kain tradisional, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan budaya yang dapat terus berkembang melalui inovasi.

Selama lima hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menyaksikan peragaan busana dari desainer, fashion label, Dekranasda, sekolah mode, institusi pendidikan, hingga UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran desainer dan fashion label mancanegara seperti Sadaf by Papri Basak (India), Rajarezza (Malaysia), dan Michalis Pantelidis Studio (Cyprus) turut memperkaya koleksi di runway.

Partisipasi tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman dan jaringan bagi para pelaku industri fesyen dari berbagai negara.

Dampak Ekonomi dan Eksplorasi Wisata

Pada penyelenggaraan 2025, IFW diperkirakan menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp63,88 miliar dari pengeluaran pengunjung untuk belanja, konsumsi, transportasi, dan akomodasi.

Kehadiran ribuan pengunjung turut menggerakkan sektor perdagangan, tekstil, kuliner, hingga jasa pendukung lainnya.

>>> Mobil Pintar Askrindo Digelar Serentak di 25 Provinsi pada Hari Anak Nasional 2026

Setelah menikmati koleksi fesyen di JCC, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan untuk mengeksplorasi destinasi seni, belanja, dan kuliner di berbagai sudut Jakarta.

Pecinta seni dapat mengunjungi Nadi Gallery di Jakarta Barat untuk menikmati pameran seni kontemporer "Tropical Aliens" karya Eko Nugroho yang berlangsung hingga 2 Agustus 2026.